20081007

[Film] LASKAR PELANGI (Posted by JOJO)


This Posting is courtesy posted by Binarjo Leonardy (JOJO), Batam.

Film Indonesia. “Laskar pelangi? Film Indonesia Raya ? Sori..gak deh..” jawabku dengan ketus campur sinis ketika diajak nonton oleh salah seorang kolega kantor utk nonton film ini. Tetapi karena terus-menerus dibujuk, ada rasa kasian dengan sang kolega, yang sudah capek mempromosi pantai Pulau Belitung yg indah (sang kolega dari Belitung), dan tentu saja ditraktir nonton gratis, akhirnya saya menyetujui untuk menemaninya menonton.

Alasan menolak nonton film Indonesia, tak lain tak bukan karena tidak suka dengan stereotip film Indonesia yang sekarang banjir film horror, komedi konyol dan film percintaan cengeng berurai air mata diperparah dengan kualitas akting pemeran film yang tidak melebihi kualitas akting bintang kagetan untuk pementasan drama kesenian di sekolah dulu. Mohon maaf kalau seandainya saya terkesan sombong dan meremehkan film Indonesia, tetapi ada juga beberapa film Indonesia yang patut diacung jempol (dua jempol malah!), misalnya Naga Bonar Jadi 2, Arisan, Naga Bonar, Arini Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat, Pengemis dan Tukang Beca, dll.


A Village's Old School

Kembali lagi ke topik, Film Laskar Pelangi dibuka dengan alur flash back, mengisahkan seorang perantauan yang kembali ke kampung halamannya, karena merasa rindu dan ingin kembali mencari impian-impian masa kecilnya. Dimulai dari sebuah bangunan sekolah yang sudah tua, bocor dan rusak (sampai harus disanggah batang pohon agar tidak roboh), seorang ibu guru muda yang baru saja akan mulai mengajar di hari pertama, sampai ke murid pertama yang datang ke sekolah dengan naik sepeda, setelah menempuh perjalanan beberapa jam, dengan melewati tempat mangkal/sarang buaya, sehingga sering kali terpaksa harus kejar-kejaran dengan buaya.

Situasi yang kontras terlihat di sekolah seberang yang merupakan sekolah anak orang kaya, murid- murid berpakaian bagus dan bersih. Sekolah Muhammadiyah ini, hanya memiliki 10 orang murid yang berpakaian ala kadarnya, bahkan ada juga yang hanya telanjang kaki tidak bersepatu ke sekolah. Sebuah sekolah orang miskin yang terancam akan ditutup karena kekurangan biaya, minim sarana dan prasarana belajar mengajar, kekurangan guru dan kekurangan murid dan seabrek kekurangan lainnya, tidak menyurutkan semangat guru (Bu Mus) dan murid-murid dalam belajar , bahkan berprestasi lebih tinggi melebihi sekolah favorit yang lengkap dengan segala fasilitas.


Very Touching

Jarang sekali ada film yang dapat membuat saya merasa terharu (apalagi film Indonesia), tetapi Laskar Pelangi dapat membuat pelupuk mata saya basah, bahkan beberapa kali, yaitu ketika mereka memenangkan Cerdas Tangkas, adegan kepala sekolah meninggal dunia, sewaktu ayah dari salah seorang murid tidak kembali (hilang) sewaktu mencari ikan di laut, dan ketika murid tersebut datang pamitan dengan guru dan teman sekelas, tidak bisa melanjutkan sekolah karena harus menjaga adik-adiknya yang masih kecil, sementara kedua orang tua mereka sudah tiada.

Film ini sarat dengan pesan-pesan moral tanpa terkesan klise, akting yang bagus ,terutama ke-10 bocah-bocah kecil yang (katanya)belum pernah pengalaman akting. Kualitas akting bocah-bocah ini bisa membuat merah muka bintang-bintang muda sinetron Indonesia yang sekarang marak di TV swasta. Di samping itu, dengan sinematografi yang apik menggambarkan keindahan pulau Belitung (atau Belitong), yang sepertinya bakal menjadi primadona tujuan wisata masa depan di Indonesia.


Lesson Learned

Beberapa hal yang saya petik dari Laskar Pelangi, di antaranya :

  • jangan ragu untuk bermimpi, karena dengan mimpilah manusia bisa melangkah lebih maju. Kejarlah dan wujudkan impian kita.
  • adalah lebih mulia dengan lebih banyak memberi daripada menerima.

  • ukuran kesuksesan atau keberhasilan bukan diukur dari angka-angka, tetapi dari hati nurani.

  • masih banyak anak Indonesia yang tidak mampu bersekolah, meskipun mereka mempunyai otak yang pintar.
Poin yang saya sebut terakhir di atas itu, memberi ilham kepada saya dan beberapa teman kantor tergerak hati untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak seperti itu. Semoga keinginan kami bisa terlaksana dengan baik. (Amien, Semoga ya, Jo. -AWK)

Improvement

Kekurangan film ini, hampir tidak ada, selain logat Belitung yang kurang pas dilafalkan oleh sebagian dari pemain, dan juga akting Tora Sudiro yang kayaknya makin lama makin menurun kualitasnya. Mungkin Tora kurang cocok berakting untuk peran-peran yang serius karena saya terbiasa melihat Tora sebagai seorang comedian. Di luar daripada itu, Laskar Pelangi sungguh dahsyat! Bravo sineas Indonesia. U have made me proud, and most of all, u have made Indonesia proud. Keep up the good work!

Epilog

Eniwei, ini sedikit commet saya untuk Laskar Pelangi, mohon maaf kalau ada kata yang menyinggung hati. Pengalaman dan pengetahuan saya masih jauh dari cukup untuk menjadi seorang kritikus film, tapi ini adalah komentar jujur dilihat dari kacamata seorang awam, yang kebetulan punya hobi nonton film. Nah, sekarang mau ke toko buku ah, mau cari novelnya. Oh ya, juga mau cari film Denias, Senandung Yang Hilang. Dengar-dengar, film Indonesia yang satu ini juga salah satu “Must See Item.”


Salam hangat,
Binarjo Leonardy (Jojo)

--------------------------------------------

Anton WK: Thanks ya Jojo.... It's very appreciated that you've really fulfilled my invitation / request to you, for writing your review on Laskar Pelangi the Movie.... Review kamu cukup lengkap juga ... dan informatif... Saya juga semalam akhirnya sempat juga nonton film Laskar Pelangi ini... Nanti saya juga akan tuliskan review tentang film ini ya....

Once again, thank you for your contribution posting on Candi Sewu. It's really appreciated, and as we know, setiap posting dan comment dalam blog candi sewu ini, akan menjadi candi-candinya.... (Masih ingat kan, targetnya akan ada seribu candi nih... sesuai namanya, Candi Sewu) :) :)

Next time, kalau ada sesuatu yang ingin kamu tuliskan lagi, silakan lho.. It would be very welcome, nanti akan saya postingkan di Candi Sewu.


Thank You, My Friend..



-------------------------
Picture is taken from http://www.21cineplex.com/
















1 comment:

  1. akhirnya dapet juga review dari orang yang blom baca bukunya

    bukunya lebih menyentuh loh mas :D

    ReplyDelete

How About You? Wanna Share Your Mind/Experience? Just feel free to write down here :