20080627

Taxi : Blue or Not Blue One?


Taksi. Apakah Anda selalu menggunakan jasa taksi dari perusahaan dengan warna dan logo tertentu? Tentu Anda bisa langsung paham, dengan judul posting ini: Taxi, Blue or Not Blue One? Warna biru, dengan logo yang tepat pula, tentunya ... Atau, warna putih dengan logo yang "itu" dengan tulisan bahwa taksi itu dengan tarif lama :)


Kalau saya, kadang jadi dilematis juga, serba salah betul. Tunggu taksi yang warna biru dengan logo yang tepat, kasihan juga dengan taksi warna lain, atau warna biru tapi dengan logo yang lain, yang sudah lewat lebih dahulu....


Apalagi kalau situasi saat kita menunggu taksi, itu mudah diidentifikasi bahwa kita sedang menunggu taksi. Berdiri di tepi jalan, membawa tas atau bawaan yang cukup besar, menanti dan melihat ke arah kendaraan datang, tidak bergeming ketika ada bus kota atau kendaraan umum lainnya lewat, mengamati taksi-taksi yang lewat di depan kita (terlihat mengamati logonya sudah pas belum :)


Para sopir itu bisa dengan mudah menduga bahwa kita sedang menunggu taksi. Dan ketika mereka lewat mendekat di depan kita, lalu kita biarkan mereka lewat... apakah dalam hati mereka ada rasa "look...they did not want me... because this wrong colour and wrong logo" ...


Lepas dari pengalaman bahwa ada sopir-sopir taksi dari warna lain dan logo lain yang nakal, tapi apakah tidak ada di antara sopir-sopir taksi dari warna lain dan logo lain itu yang baik, yang good service, yang professional, yang tidak merugikan penumpangnya... ?


Mengingat kecenderungan preferensi penumpang taksi terhadap armada taksi dari perusahaan warna biru dengan logo tertentu itu, tentunya semua sopir taksi inginnya mereka juga karyawan taksi dari perusahaan itu.


Tapi tentu tidak semua sopir taksi bisa di perusahaan itu kan... Mungkin juga bukan karena kelakuan mereka yang minus, sehingga mereka tidak bisa direkrut jadi sopir taksi perusahaan kondang itu...


Saya sering terpikir, bagaimana dengan sopir taksi yang tampak sudah tua... yang mungkin beliau adalah pensiunan, yang masih ingin bekerja, atau bahkan masih butuh mencari nafkah untuk keluarga.... Alternatif menjadi sopir taksi, mungkin sulit bagi mereka untuk direkrut oleh perusahaan taksi kondang, karena kualifikasi umur misalnya sudah tidak sesuai persyaratan.


Atau misalnya ada sopir taksi yang masih muda, sikap baik, dan butuh pekerjaan untuk mencari nafkah bagi keluarganya, yang dia betul-betul butuh pekerjaan, dan situasi tidak memungkinkan dia menjadi sopir taksi dari warna dan logo tertentu itu ...


So ... di balik kaca depan mobil taksi itu (which is not the "right" color and right logo), gimana ya perasaan mereka "dilewati" dan "direject" .....


Saya masih ingat, suatu ketika, seorang narasumber kondang di acara yang diselenggarakan oleh kantor kami, ketinggalan dompet di dalam taksi, dalam perjalanan dari bandara ke hotel tempat acara. Untungnya, dompetnya diperolehnya lagi dalam keadaan utuh, pada siang harinya, ketika break makan siang. Ketika ia menceritakan hal itu, ia mengakhiri ceritanya itu dengan pernyataan, "Untunglah sopirnya baik, padahal bukan taksi XXX (warna biru dengan logo terkenal itu..) "


So ........................


20080626

That's How You Know


F:

How does she know you love her?
How does she know she's yours?

M:

How does she know that you love her?

F:
How do you show her you love her?

Both:
How does she know that you really, really, truely love her?
How does she know that you love her?
How do you show her you love her?
How does she know that you really, really, truely love her?

F:
It's not enough to take the one you love for granted
You must remind her, or she'll be inclined to say...
"How do I know he loves me?"
(How does she know that you love her?
How do you show her you love her?)
"How do I know he's mine?"
(How does she know that you really, really, truely love her?)

Well does he leave a little note to tell you you are on his mind?
Send you yellow flowers when the sky is grey? Heyy!
He'll find a new way to show you, a little bit everyday
That's how you know, that's how you know!
He's your love...

M:
You've got to show her you need her
Don't treat her like a mind reader
Each day do something to need her
To believe you love her

F:
Everybody wants to live happily ever after
Everybody wants to know their true love is true...
How do you know he loves you?
(How does she know that you love her?
How do you show her you need her?)
How do you know he's yours?
(How does she know that you really, really, truely-)

Well does he take you out dancin' just so he can hold you close?
Dedicate a song with words in
Just for you? Ohhh!

All:
He'll find his own way to tell you
With the little things he'll do
That's how you know
That's how you know!

F:
He's your love
He's your love...

That's how you know
(la la la la la la la la)
He loves you
(la la la la la la la la)
That's how you know
(la la la la la la la la)
It's true
(la la la la la)

Because he'll wear your favorite color
Just so he can match your eyes
Rent a private picnic
By the fires glow-oohh!

All:
His heart will be yours forever
Something everyday will show
That's how you know
(That's how you know)
That's how you know
(That's how you know)
That's how you know
(That's how you know)
That's how you know
(That's how you know)
That's how you know
(That's how you know)
That's how you know
(That's how you know)
That's how you know!

F:
He's your love...

M:
That's how she knows that you love her
That's how you show her you love her

F:
That's how you know...
That's how you know...
He's your love...


OST. Enchanted (Walt Disney's Movie, 2007)
available performing by Amy Adams

20080625

Friendship


FRIENDSHIP

Friendship is not History to forget,
Friendship is not Maths to calculate,
Friendship is not Language to learn,
It's only Science that We Have To Understand.

Foto:

Mas Fajar, Endang, Tata Mustasya, Ali Said, Mb. Neni, Lila
Nawa, Mb. Tatak, Adinda, Awan, Wiwan
Mb. Eka, Anggie

THE INDONESIAN INSTITUTE
Workshop Policy Assessment
Villa Kayu-Cisarua, Mei 2005


20080624

TV & HP


Which One is Your Preference ?
--------------------------------
(Copyan dari Milis)


Wife is like television (TV),
girlfriend is like Handphone (HP)

At home watch TV,
go out bring HP.

No money, sell TV.
Got money change HP.

Sometimes enjoy TV,
but most of the time play with HP.

TV free for life.
But HP, if you don't pay the services will be terminated.
TV is big, bulky and most of the time old,
but HP is cute, slim, curvy andvery portable at any time.

Operational cost for TV is often acceptable
but for HP is high and oftendemanding.

Most Important, TV got remote
HP don't have.

Last but not least, TV do not have virus,
but HP yes, so better choose TV


**ada-ada aja, dan bisa aja ya yang bikin... hehee....**
**sorry lagi-lagi baru bisa copy paste dari milis, belum bisa bikin sendiri :) **


20080618

Puisi Cinta versi Accounting :)


Copyan dari Milis:

Mengutarakan cinta ala org Accounting


PUISI CINTA

Wahai Kekasihku..
>> Debetlah cintaku di neraca hatimu
>> Kan ku jurnal setiap transaksi rindumu
>> Hingga setebal Laporan Keuanganku

Wahai kekasih hatiku...
>> Jadikan aku manager investasi cintamu
>> Kan ku hedging kasih dan sayangmu
>> Di setiap lembaran portofolio hatiku

Bila masa jatuh tempo tlah tiba
>> Jangan kau retur kenangan indah kita
>> Biarlah ia bersemayam di Reksadana asmara
>> Berkelana di antara Aktiva dan Passiva

Wahai mutiara kalbu ku
>> Hanya kau lah Master Budget hatiku
>> Inventory cintaku yang syahdu
>> General Ledger ku yang tak lekang ditelan waktu

Wahai belahan hatiku...
>> Rekonsiliasikanlah hatiku dan hatimu
>> Seimbangkanlah neraca saldo kita
>> Yang membalut laporan laba rugi kita..
>> Dan cerahkanlah laporan arus kas kita selamanya

Jika di hari closing nanti, Tidak ada kecocokan saldo..
>> mungkin cinta kita harus dijurnal balik...

:) :) :)

**ada-ada aja... bisa aja ya yang bikin....tapi nyambung juga sih..... hehehehe**
Gambar diambil dari CD Clip Art

20080617

[Kuliner] Pagoda@ManggaDuaSquare




Di Mangga Dua Square, kita bisa mendapati tempat makan yang cukup unik. Namanya Pagoda Food City. Letaknya tepat di depan ITC Mangga Dua Square, tidak jauh dari pintu gerbang masuk utama. Buka pada malam hari, jam 19.00 s.d jam 24.00.


Tempat ini cukup unik, berbentuk bangunan oriental, seperti ruko yang memanjang di sepanjang jalan di depan ITC Mangga Dua Square. Untuk area pengunjung, disediakan meja-meja di pelataran yang memanjang. Siang hari tempat itu adalah jalan masuk keluar ITC, pada malam hari jalan itu ditutup dan dioperasikan untuk Pagoda Food City ini.


Menu masakan yang disediakan bervariasi, tipikal foodcourt. Sesuai namanya, tentu Anda dapat menemukan berbagai chinese food di sini. Harga juga bervariasi, namun tidak mahal, tipikal foodcourt. Pelayanan waiters lumayan baik, mereka cukup sigap dan responsif.


Selain makan dan kumpul-kumpul bersama rekan di tempat ini, Anda juga dapat dihibur dengan adanya live music & karaoke, di atas jam 9 malam. Anda bisa request lagu favorit Anda di sini. Tidak hanya itu, Anda sendiri juga dapat "pentas" menyanyi sendiri lagu favorit Anda. Jadi Anda juga dapat menghibur rekan makan Anda, misalnya ada yang ulang tahun, lalu Anda ingin menghadiahkan lagu untuknya, dari lagu yang Anda nyanyikan sendiri.


Live music & karaoke di Pagoda, menyediakan live music dari organ keyboard, dan karaoke playback dari DVD TV. Disediakan juga contekan teks-teks lagu, bervariasi dari lagu Mandarin, Barat Oldies, Indonesia Pop, Indonesia Oldies, dsb.


Pagoda Food City, alternatif tempat makan dan rileks. Tempatnya memang relatif agak jauh, di bilangan Mangga Dua-Gunung Sahari-Jakarta Utara, bukan di pusat kota. Namun apabila bagi Anda lokasi ini masih dalam jangkauan Anda, tempat ini lumayan nyaman untuk kumpul makan bersama rekan, santai, kenyang, rileks, dan menghibur dan terhibur. Apalagi bila Anda suka dengan tempat makan bernuansa oriental.




20080616

[Song] Getting to Know You


From the Musical -Anna & The King-
Getting to know you,
Getting to know all about you.
Getting to like you,
Getting to hope you like me.

Getting to know you,
Putting it my way,
But nicely,
You are precisely,
My cup of tea.

Getting to know you,
Getting to know all about you.
Getting to like you,
Getting to hope you like me.

Getting to know you,
Putting it my way,
But nicely,
You are precisely,
My cup of tea.

Getting to know you,
Getting to feel free and easy
When I am with you,
Getting to know what to say

Haven't you noticed
Suddenly I'm bright and breezy?
Because of all the beautiful and new
Things I'm learning about you
Day by day.

Getting to know you,
Getting to feel free and easy
When I am with you,
Getting to know what to say

Haven't you noticed
Suddenly I'm bright and breezy?
Because of all the beautiful and new
Things I'm learning about you
Day .. by ... day...

---------------------------------------------

Getting to Know You (song)
From Wikipedia, the free encyclopedia

"Getting to Know You" is a
show tune from the 1951 Rodgers and Hammerstein musical The King and I. It was first sung by Gertrude Lawrence in the original Broadway production and later by Marni Nixon who dubbed for Deborah Kerr in the 1956 film adaptation.

In this show, Anna sings the song as she strikes up a warm and affectionate relationship with the children and the wives of the King of Siam.

Photo from www.yahoo.movie.com


20080615

When Enough is Enough


Mau lagi, mau lagi.
Cari lagi, cari lagi.
Ayo lagi, ayo lagi.
Coba lagi, coba lagi.

Ambil lagi, ambil lagi.
Beri lagi, beri lagi.
Petik lagi, petik lagi.
Lagi..lagi...

Sudah... sudah habis, sudah habis.
Sudah... sudah selesai, sudah selesai.
Sudah... sudah lelah, sudah lelah.

Ketika cukup.... adalah cukup.
When enough is enough,
Ketika sudah ya biarlah sudah,
-
Kalau pun hidup ini lautan, kita tahu dasarnya.
Kalau pun hidup ini samudera, kita tahu tepiannya.
Kalau pun hidup ini langit, kita tahu batas cakrawalanya.
-
Ketika langit kehabisan butir hujan,
Ketika musik kehabisan nada,
Ketika kalimat kehabisan kata,

Ketika layar pertunjukan sudah ditutup,
Ketika penyair telah menyelesaikan bait terakhirnya,
Ketika penyanyi telah membunyikan nada terakhir,
Ketika buku telah ditutup ...

When Enough is Just Enough ...

FKI Exhibition 2008


Pameran Komputer skala besar tahun ini kembali diadakan, tanggal 11-15 Juni 2008. Selain di Jakarta, pameran yang diberi judul resminya "Festival Komputer Indonesia (FKI) 2008" diadakan serentak di 5 kota lain yaitu Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Makassar. FKI juga dibarengkan waktu dan tempatnya, dengan Pameran Handphone (Indonesia 2008 Cellular Show).


Secara pandangan mata, keramaian jauh lebih banyak terjadi di venue pameran komputer. Sementara pameran handphone, walau mengambil tempat yang lebih luas (selain di hall Assembly, juga di Hall Convention (ruang bundar JHCC).

Komputer

Teknologi memang membuat kita terkagum-kagum. Apa yang tidak terbayang dapat dilakukan, ternyata dapat dilakukan, bahkan semudah klik klik klik, pencet pencet dan geser geser sesuatu di perangkat komputer.

Sisi satunya: hidup menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Sisi lainnya: hidup menjadi dimanjakan oleh teknologi, dan serba instan.

Sisi yang pasti terlihat: kecanggihan dan harga. Sisi yang belum tentu terlihat: inovasi, proses, dan investasi.

Pameran Produk

Pameran Produk memberi kemudahan pada customer untuk mendapatkan banyak informasi tentang segala produk yang ditawarkan dan produk yang ada di pasaran. Kadang kita terpikir, apa bedanya membeli produk di arena pameran, dan apa bedanya dengan membeli di toko? Apakah memang membeli produk di pameran jelas lebih menguntungkan?

Teman yang menemani ke Pameran ini, kebetulan dia bekerja di bidang IT, jadi dia mengetahui banyak sekali tentang seluk beluk komputer. Menurut beliau, dan dari kesimpulan sementara beliau berdasarkan sight seeing di pameran, harga tidak begitu beda jauh dengan di toko, tapi kita bisa mendapatkan harga yang lebih murah di pameran, karena ada kompensasi bonus-bonus tertentu.

Saya sendiri, mengalami, keuntungan bagi customer datang ke Pameran Produk adalah memudahkan untuk mendapatkan informasi, yang "lintas toko". Pameran, dengan lay out stand-stand terbuka, memudahkan pengunjung untuk tanya sana sini, lihat sana sini, pegang produk sana sini, lihat langsung kinerja produk sana sini. Tanpa ada batasan sekat-sekat toko, tanpa ada kecanggungan kontak dengan sales officer, seperti kalau kita datang ke satu per satu toko di mal, atau pusat-pusat penjualan produk.

Best Buy

Di pameran produk, ada begitu banyak produk yang diexpose, ada begitu banyak produk yang ditawarkan. Tidak semua dari kita paham tentang banyak produk. Begitu banyak produk dan begitu banyak informasi, membuat kita bingung, tentunya. Apalagi produk komputer, dengan spesifikasi-spesifikasi yang lumayan jelimet :) Memang di brosurnya ada dicantumkan semua spesifikasi produk. Sama sulitnya dipahami, seperti membaca label di kemasan obat-obatan :)

Untunglah, kemarin itu saya di-"guide" oleh teman saya yang memang capable di bidang komputer. Jadi, informasi tentang produk bisa dijelaskan, dan rekan itu with his courtesy, membantu memilah-milah dan membanding-bandingkan informasi spesifikasi produk, sehingga didapat produk yang best buy: spesifikasi optimal sesuai kebutuhan dan harapan, harga masih sesuai dengan budget :)

Tips untuk mempersingkat proses cari-cari dan lihat-lihat dan timbang-timbang produk yang dicari di arena pameran: tanyakan pada penjaga stand nya: "Produk kategori... (misalnya desktop, atau laptop, atau apa pun) kalau merk ini, yang best buy nya apa ya...? " Mereka mungkin akan tanya lagi, untuk budget berapa ? So, kebutuhan akan bertemu dengan kemampuan. Informasi akan bertemu dengan Pilihan.

Selamat mengumpulkan informasi, membandingkan, menimbang, dan memutuskan.
Many Thanks to Cun Leng & Agus W.


SEKILAS INFO BEBERAPA PRODUK BEST BUY:
(budget IDR 6-9 juta)

Laptop
Lenovo : G400, G410,
Hewlett Packard: 5020,
DELL : Inspiron 1420,




20080613

Hati Seluas Samudera


Percayakah Anda bahwa hati manusia itu membelah diri? Belahan hati. Kekasih hati. Oleh siapa separuh hati kita dibawanya pergi.

Pertama

Cinta pertama Anda, ia menyita setengah dari hati Anda. Bila cinta pertama pergi, ia akan membawa separuh dari hati Anda itu. Anda akan kehilangannya dalam waktu yang cukup lama. Mungkin sepanjang ingatan Anda. Maka itu, first love never dies, cinta pertama tak pernah mati.

Setelah cinta pertama pergi dan membawa setengah dari hati Anda, maka lalu hati Anda tinggal separuhnya. Anda hidup dengan separuh hati. Tapi jangan kuatir, hati itu membelah diri secara ajaib, sehingga Anda tetap dapat hidup dengan paruhan hati yang ada.

Kedua

Kemudian datang kekasih hati Anda yang kedua. Cinta kedua Anda, akan menyita setengah dari sisa separuh hati Anda tadi. Jadi, matematikanya, 1/2 x 1/2 = 1/4. Kekasih hati Anda yang kedua, membawa seperempat hati Anda.

Bila cinta kedua kandas pula, ia akan membawa pergi seperempat hati Anda itu. Maka kini tiga perempat dari hati Anda sudah dibawa pergi oleh dua orang yang pernah Anda cintai. Setengah dibawa oleh cinta pertama, seperempat dibawa oleh cinta kedua. Maka sisa hati Anda sekarang adalah tinggal seperempat.

Ketiga

Kemudian cinta kedua gagal lagi, lalu Anda jumpa kekasih ketiga. Cinta ketiga akan menyita setengah dari seperempat hati Anda yang masih sisa tadi. Matematiknya, 1/2 x 1/4 = 1/8. Dan sisa hati Anda juga tinggal seperdelapan.

Keempat

Demikian seterusnya...

Orang keempat yang mencuri hati Anda, kepadanya Anda akan memberikan 1/2 dari hati yang Anda miliki sekarang. Matematikanya, 1/2 x 1/8 = 1/16.

Kelima, Keseterusnya....

Orang kelima yang mencuri hati Anda, kepadanya Anda akan memberikan 1/2 x 1/16 = 1/32.

Orang keenam, akan mendapatkan 1/64, dan seterusnya....

Orang yang hadir lebih kemudian, kelihatannya mendapatkan bagian yang makin kecil dari hati Anda. Itu matematikanya. Tapi cinta tidak sama dengan logika, bukan? :)

Orang yang hadir pertama dan terkemudian, walau kapling di hati Anda mendapatkan bagian yang berbeda besar kecilnya, namun mendapatkan perhatian, pikiran, emosi, dan jiwa Anda sama besarnya, bahkan bisa lebih besar atau lebih sedikit.

Hati Seluas Samudera

Keajaiban hati lainnya lagi, hati manusia itu membelah hingga tidak terhingga.

Berapa banyak pun Anda mengalami perjumpaan, jatuh cinta, tetap ada ruang di hati Anda, bagi orang-orang yang Anda jumpai lagi di dalam kehidupan.


Hati manusia itu seluas samudera.
Anda melihat juga, mengalami juga, dan percaya?

(Photo: Clip Art CD )

20080611

Morning Song: Pulau Samadi


PULAU SAMADI

Di ufuk langit nan merah
kembara semadi
Di hadapan yang semayam
di alam suci
hari ini ....


Semoga Dia berkenan
menghadirkan diri
Menyambut setiap hati
yang tunduk semadi ...


Di tingkah segala bunyi
suara alami
Yang terindah, yang termurni
dipersembahkan
hari ini ....


(Dari Lagu "Pulau Samadi" di Buku Madah Bhakti No. 235)
Photo : Clip Art CD 60212

20080610

[Film] Lesson Learned from JUNO


Juno. Nama yang unik, diberikan oleh ayahnya yang terobsesi dengan mitologi Romawi Yunani. Ayah Juno, mengambil nama ini dari nama istri Dewa Zeus, dewa tertinggi dalam mitologi Yunani. Juno, perempuan, 16 tahun, masih bersekolah di SMA. Tapi bukan di Indonesia, namun dikisahkan di sebuah kota di Amerika (saya tidak ingat nama kotanya, please forgive my weakness to catch the little details :)

Juno yang masih di bawah umur itu (di bawah 18 tahun, kalau menurut legal formal definisi anak; dan di bawah 21 tahun, kalau menurut legal formal batasan dewasa siap menikah) hamil. Juno bilang, "this is my idea, ini gagasan saya" ketika menjelaskan why she's getting pregnant. Dari kilas balik, ditunjukkan bahwa saat itu Juno sedang jenuh, and she wanna try have sex, and she asked Bleek, her close-friend, to get it done.

A 16 y.o. pregnant girl

Nyaris semua hal dalam film ini berjalan dengan santai, smooth. Juno di bagian awal memang ditunjukkan "sedikit" depresi karena dia sebetulnya tidak berharap sampai hamil. Tidak ada penggambaran depresi yang menonjol apalagi berlebihan, seperti di film-film atau sinetron-sinetron dengan cerita klise hamil di luar nikah.

Apa saja yang Anda bayangkan, yang terjadi/dialami oleh ABG perempuan, yang hamil di luar nikah? Dimarahi hingga diusir dari rumah oleh orangtua? Dikeluarkan dari sekolah? Dipaksa menikah? Dikucilkan dan dicemooh habis-habisan oleh teman-teman di sekolah? Jadi gunjingan di lingkungan tetangga hingga keluarganya terpaksa pindah ke tempat lain? Diungsikan ke keluarga di kampung? Semua yang Anda bayangkan itu, tidak terjadi di film Juno.

Kisah di Juno, adalah smooth, cool, calm, mature, tolerance, understandable, forgiveness, unconditional positive regards, co-operative, empathy, ... dan trait-trait positif dalam psikologi, bisa Anda sebutkan di sini juga :) Singkat kata, di Juno, seperti "kisah sebuah musibah di Surga". Kenapa seperti di Surga? Because everyone looks like angels in Juno's story .... :) :) Because everything looks like tiding of comfort and joy...

How's all the matters happen?

(1) Juno tidak berhenti dengan menangisi dan menyesali kebodohannya.

(2) Juno prepare dengan alternatif-alternatif yang mungkin (yaitu (1) aborsi, tapi dibatalkannya sendiri karena merasa tidak cukup tega; (2) mencari orang tua angkat, yang berhasil didapatkannya dari iklan di koran; (3) menjaga kesehatan dan keselamatan kehamilan dibantu oleh keluarga dan teman dekat).

(3) Saat yang sulit adalah ketika Juno memberitahukan pada kedua orangtuanya (ayah kandung, dan ibu tiri). Juno ditemani oleh teman baiknya, ketika bicara pada kedua orangtuanya. Orangtuanya kaget bahwa Juno hamil, karena mereka bahkan tidak tahu kalau Juno sudah aktif secara seksual. Orangtuanya semula mengira, Juno ingin bicara karena ada masalah dikeluarkan dari sekolah, atau masalah narkoba. Orangtuanya sama sekali tidak menyangka yang disampaikan oleh anak perempuannya yang masih SMA, adalah hamil di luar nikah, di usia masih sangat muda.

(4) Juno mampu tegar, realistis, face the reality, and think and do what should better do. Brenda, ibu tiri Juno, sampai bilang bahwa "Juno, you are as though as Viking soldier; Juno kamu setegar tentara Viking" :)
(5) Dukungan social network (jaring pengaman sosial?) yang kuat dan supportive. Keluarga dan sekolah tidak membuat Juno makin jatuh ke situasi kacau balau, tapi keluarga dan sekolah tetap mendukung Juno untuk do what should better do. Keluarga tetap menjadi take care, bagi Juno. Sekolah tetap welcome pada Juno, tidak membuat Juno terpaksa putus sekolah.

(6) Juno mampu melihat, menimbang, memutuskan, dan mengambil langkah tindakan yang bijak, etis, dewasa, jauh di atas ambang kedewasaan ABG perempuan seusianya.

Pertanyaannya kemudian...... : Seberapa mungkin kisah Juno itu dapat terjadi di dunia nyata, here and now ?

Film Details
Director:Jason Reitman
Writer
(WGA):Diablo Cody
Release Date:25 December 2007 (USA)
Tagline:A comedy about growing up... and the bumps along the way.
Plot:Faced with an unplanned pregnancy, an offbeat young woman makes an unusual decision regarding her unborn child.
Awards: Won Oscar.

20080609

Nasi di Atas Daun Pisang


Saya ada langganan nasi uduk yang saya suka beli di pagi hari, untuk bekal sarapan di kantor. Nasi uduknya sebetulnya biasa saja, rasa standar nasi uduk umumnya. Yang membuat terasa enak bagi saya adalah karena dibungkus di alas daun pisang, sebelum di luarnya dibungkus kertas nasi yang warna coklat itu. Ketika dibuka dan dimakan, nasi bungkus menu nasi uduk, bihun, telur pindang, keripik kentang, tempe bacem, sambal dan kerupuk itu begitu enak aroma dan rasanya. Beda dengan nasi uduk yang dibungkus beralas kertas nasi warna coklat standar itu.

Kemasan dan tempat, kadang membuat materi menjadi berbeda. Packaging membuat substansi bertambah kualitasnya. Di market research dan teori penjualan, hal ini sudah berlaku umum. Tapi jangan lupakan faktor lain yaitu perasaan subyektif, menyangkut selera dan rasa, dan preferensi. Hal ini yang seringkali tidak sejalan (anomali) dengan hal-hal yang berlaku umum.

Makan, tinggal makan. Yang penting makanannya: enak tidak, banyak tidak (baca: kenyang atau tidak). Basic needs. Tapi seringkali makan tidak sekedar makan. Tempat makan juga tidak sekedar tempat makan.

Ada orang-orang yang tidak peduli mau makan di mana, tempat makannya bagaimana, makanan dihidangkan bagaimana. Yang penting, makanannya ada, siap santap, siap mengenyangkan, dan enak di lidah, nyaman di perut :) :) Masakannya enak, makanannya ya enak.

Tapi ada juga, orang yang terpengaruh dengan tempat makannya. Ruang di mana dia makan, wadah makannya, situasi makan, alat makan, dan sebagainya. Di sini, perasaan subyektif, selera dan rasa, dan preferensi.

Beberapa orang bilang, saya ini termasuk cukup aneh :) Mau makan di mana, lebih lihat tempatnya. Kalau tempat makannya enak, nyaman: lega-tidak sempit, terang, bersih, sejuk/adem-tidak panas gerah, rapi, buat saya, apa pun makanan yang ada di situ, akan terasa lebih enak :) Seorang teman dekat sampai sering menyindir saya, "Kamu kalau makan di tempat yang dikasih lampu neon besar, di ruangan besar, dikasih kipas angin jadi gak gerah atau jendela dibuka lebar-lebar, pasti kamu bilang makanannya enak... :) Ya, ada benarnya, tapi tidak sebegitunya lah.... :) :) :)

Dalam hidup keseharian, kita sering menjumpai banyak "keanehan" selera/minat/preferensi yang kita sendiri tidak habis pikir. Banyak sikap atau perilaku orang lain, yang menurut kita, gak perlu sebegitunya lah, yang menurut kita berlebihan, tapi ya dilakukan oleh orang itu. Satu hal yang dianggap penting oleh orang lain, belum tentu dianggap penting oleh orang lain. Ada "kegilaan-kegilaan" yang menjadi sesuatu yang bermakna bagi orang tertentu.

Menurut saya, itu bukan masalah salah betul, hanya saja, kita berbeda melihat sesuatu yang penting tidak penting .....

Berikut ini penggalan kalimat dari deskripsi di Love Profile di section Aquarius: "..... quirky with lots of weird interests.... " (www.blogthings.com)

:)



[Film] 21 : Black Jack!


"21." Bosan dengan film drama romantis? Bosan dengan film dar der dor gak jelas? Bosan dengan film fairy tale? Bosan dengan film disaster yang menakut-nakuti penonton? Bosan dengan film hantu-hantuan? Mau cerita film yang agak beda, tapi menarik untuk diikuti?

Black Jack!

Film ini judulnya singkat, dua karakter angka saja, "21". Angka 21 ini mengacu pada Black Jack, salah satu jenis permainan kartu remi. Black Jack, suatu permainan kartu di mana pemenangnya adalah yang mendapatkan kartu dengan komposisi dua kartu dengan jumlah tertinggi adalah 21 (misalnya 10 dan kartu-kartu gambar King/Queen/Jack, atau 10 dan kartu As).

Black Jack, permainan kartu yang sederhana cara bermainnya. Lumayan untuk permainan iseng-iseng, mengisi waktu luang, hiburan ringan santai, atau untuk membunuh waktu yang kadang membosankan :) Saking santai dan ringannya, kita umumnya menerima saja bahwa permainan ini tidak perlu berpikir, apalagi pemikiran yang rumit-rumit.

What Can We Do With Math

Tapi tidak demikian dengan 5 orang mahasiswa jenius di jurusan Matematika di Kampus MIT. Ke-5 mahasiswa yang "excellent in Math" ini, dikumpulkan oleh Mickey, dosennya. Jadilah mereka semacam "studi klub matematika" yang berkumpul selepas jam kuliah, yang hasilnya adalah mereka menemukan formula "hitungan" untuk menyiasati permainan Black Jack. Jadilah mereka sekelompok pembobol di arena ketangkasan permainan kartu judi, di mana lagi... selain di Las Vegas.

Menarik untuk menyimak bagaimana permainan sederhana yang kita tidak pernah terpikir untuk memikirkannya, namun secara matematika dan statistik, ada pola yang bisa jadi prediksi untuk memenangkan permainan itu secara rasional. Hasilnya, ratusan dollar US di meja judi Las Vegas dapat mereka raup. Mereka bekerja secara tim, terbagi dalam dua tim, yaitu tim pertama terdiri dari 3 orang, yang tugasnya masuk lebih dulu ke meja judi Black Jack, pasang taruhan standar, dan memperhatikan pola permainan, lalu ketika permainan sudah "tinggi" dan mereka telah menemukan kode hitungannya, mereka akan memberi kode kepada tim satu lagi, yaitu High Player Team, terdiri dari 2 orang, yang akan masuk ke salah satu meja tim sebelumnya, untuk memasang taruhan tinggi, dan memenangkan permainan habis-habisan, dengan kode hitungan yang mereka kuasai itu.

Counting Cards

"Menghitung kartu" bukan "Berjudi". Bahkan mereka juga bukan "Bermain Kartu", karena mereka melakukan secara teknis rasional. Counting Cards. Security Management Las Vegas mengetahui kecurangan-kecurangan pemain di meja judi, termasuk pula mereka selalu mengawasi kalau terjadi "kemenangan spektakuler" di meja-meja judi, apalagi oleh orang-orang yang sama, atau berkelompok. Mereka juga sudah mencium adanya pemain-pemain "penghitung kartu" ini.

The Games of Life

Alhasil, film "21" ini memfilmkan "permainan". Siapa yang melihat apa yang tak terlihat, dia lah pemenangnya. Termasuk pula ketika terjadi konflik dan intrik. Sang guru, Mickey, kecewa ketika salah satu anak buah andalannya terbawa emosi dan tak dapat mengendalikan diri, sehingga buyarlah permainan mereka, mengalami kekalahan besar. Sang guru yang adalah manajer tim, tidak terima dan tidak hanya itu, dia bahkan "menghabisi" apa yang sudah dimiliki anak buahnya, dan impian/obsesi anak buah sekaligus muridnya itu. Sang murid sebetulnya tertarik untuk join the club, hanya karena dia ingin mendapatkan 300 dollar US untuk biaya kuliah lanjutan di Harvard. Ia sudah mendapatkan beasiswa, dan tinggal mencari dana tambahan 300 dollar US.

Sang guru, Mickey, dan sang murid-anak buah, berhadapan juga dengan Cole, security manager dari salah satu klub judi di Vegas. Siapa yang melihat apa yang tak terlihat, siapa yang bisa membuat kesimpulan dan prediksi, dia lah yang keluar sebagai the winner of the troubles. "Jangan lupakan adanya perubahan variabel", begitu rumusan kuncinya.

Enjoy the Movie!

Film ini akan kelihatan rumit dengan dimunculkannya metode "hitungan kartu" itu. Tapi bagi Anda yang tidak tertarik dengan kerumitan (secara kita masuk bioskop kan ingin cari hiburan, ingin terhibur dengan film yang ditonton) tidak apa-apa bila Anda tidak begitu memperhatikan metode "Menghitung Kartu". Cerita film ini akan tetap dapat Anda ikuti dan pahami. Yang lebih penting adalah minat Anda untuk mengetahui apa yang akan terjadi. To conclude and to make prediction. Untuk menarik kesimpulan dan membuat perkiraan.

Selamat Menonton!

Sinopsis Cerita & Detail Film:


Ben Campbell (Jim Sturgess), pria pemalu dan pelajar M.I.T yang jenius, membutuhkan biaya untuk sekolah – mendapatkan jawabannya dengan bermain kartu. Ia direkrut oleh sekelompok pelajar berbakat dengan pergi ke Vegas setiap akhir minggu bermodalkan tanda pengenal palsu dan pandai bermain kartu. Dipimpin oleh professor matematika genius Micky Rosa (Kevin Spacey), mereka berhasil menemukan kode permainan. Dengan menghitung kartu dan menggunakan sinyal-sinyal tertentu, kelompok tersebut mampu memenangkan banyak uang. Tergiur oleh uang dan kehidupan Vegas serta temannya yang pandai dan seksi, Jill Taylor (Kate Bosworth), Ben mulai ketagihan. Mulai dengan bermain kartu secara tidak legal, tantangan permainan yang lebih berat tanpa menyadari adanya ancaman dari Cole Williams (Lawrence Fishburne)

Jenis Film : Drama Produser : Kevin Spacey, Brett Ratner, Dana Brunetti Produksi : Columbia Pictures Homepage : http://www.sonypictures.com/movies/21/ Durasi : 123 Min.

Comments

Jangan lupa, bagikan komentar Anda di sini, baik sebelum atau sesudah Anda menonton film ini :) [Caranya mudah, tinggal klik Post Comment di bagian bawah ini. Gratis, dan tidak perlu log in lebih dulu dan tidak perlu keanggotaan khusus. :) :) Everyone is Invited :)

Thank You!


20080606

[Film] MADE OF HONOR: Another Searching for True Love Kiss


Made of Honor. Kalau Anda suka film komedi romantis, Anda pasti tertarik dengan film ini. Kalau Anda tempo hari menyukai film komedi romantis musikal Enchanted dari Walt Disney, Anda akan berjumpa lagi dengan aktor Patrick Dempsey, yang berperan sebagai Robert, male-lead-role di film Enchanted. Kalau Anda sempat suka, terhibur, atau bahkan ikut terharu biru dengan film 27 Dresses tempo hari, jangan lewatkan juga film Made of Honour ini.

Kalau Anda mendapati diri Anda termasuk orang yang tidak menyukai film komedi romantis, namun kebetulan "terjebak" harus menonton film ini, karena misalnya harus menemani pasangan Anda, teman Anda, atau kebetulan tidak ada pilihan film lain yang Anda sukai, ya... semoga review film ini dapat membantu Anda sedikit menikmati film ini.

Made of Honor - Enchanted - dan 27 Dresses

Ketiga film ini sama-sama film komedi romantis, mempunyai kebetulan yang berkaitan. Dari aktornya, Made of Honour (MOH) dan Enchanted sama-sama memasang Patrick Dempsey di tokoh utama prianya. Sedangkan di 27 Dresses, kita dapat menjumpai pula pemeran aktor Prince Edward di film Enchanted. Made of Honor dan 27 Dresses lebih mempunyai kemiripan, karena sama-sama bercerita mengenai liku liku tokoh pendamping mempelai dalam menemukan cinta sejatinya. Bisa dibilang, Made of Honor adalah versi mirror dari film 27 Dresses; ceritanya simetris, namun peristiwanya saja yang dikisahkan di film MOH dialami oleh tokoh pria sebagai pendamping mempelai, sedangkan di 27 Dresses terjadi pada tokoh wanita sebagai pendamping mempelai.

Cerita: Searching for True Love Kiss

Dari segi ceritanya, ketiga film ini membahas tema klasik film komedi romantis: Searching for True Love Kiss. Film Enchanted yang secara eksplisit, bahkan menjadikannya sebagai theme song: I've been searching for true love kiss... Cinta sejati, yang dapat dirasakan ketika Anda berjumpa dengan orang yang tepat -cinta sejati Anda- ketika Anda saling berciuman, dan dalam ciuman itu Anda merasakan "sesuatu". Di film 27 Dresses, tokohnya semula mengira sudah bertemu dengan cinta sejatinya, namun ciuman sang tokoh-yang-diduga-cinta-sejati- tidak menimbulkan sensasi "apa-apa". Kalau bahasa gaulnya, "gak ada chemistry-nya". Di film Made of Honor, tokoh Hannah di akhir film menyadari bahwa Tom adalah cinta sejatinya, ketika Tom mencium Hannah.

Apakah Anda juga percaya dengan "True Love Kiss?" Lebih dalam lagi, apakah Anda percaya dengan "True Love" --orang yang betul-betul adalah cinta sejati Anda?" Bagaimana Anda mengetahui hal itu secara persisnya? Apakah pasangan Anda saat ini sudah betul-betul your true love ?

Tahun 1993 an lalu, ada satu film berjudul Scarlett Letter (diperankan oleh Demi Moore, dkk). Film ini bercerita tentang seorang janda dan seorang imam selibat (pastor gereja katolik, yang berkaul untuk tidak menikah). Namun kedua tokoh itu terlibat hubungan asmara, dan keduanya sama-sama merasa menemukan bahwa mereka adalah pasangan true-love. Sang wanita mendapati bahwa sang pria yang waktu itu adalah pastor, adalah cinta sejatinya. Sedangkan sang pria pastor itu, mendapati bahwa wanita itu adalah cinta sejatinya. Keduanya mengalami bahwa pasangan mereka yang sebelumnya adalah bukan cinta sejatinya. Sang wanita mendapati bahwa pria suaminya sebelumnya bukanlah her true love. Sang pastor mendapati bahwa hidup imamatnya (pilihan hidup menjadi pastor) bukanlah his true love. Kisah di film ini menjadi lebih pelik urusannya, karena true love tidak sejalan dengan social-norms, kondisi mereka tidak dapat diterima oleh norma lingkungannya. Maka dari itu, mereka divonis melakukan perzinahan, dan si perempuan harus mengenakan tanda huruf A besar berwarna merah (scarlett letter). Huruf A mengartikan Adultery, perzinahan. Is it a crime to find (realize) your true-love later on?

Komedi Romantis di depan Altar

MOH dan 27 Dresses sama-sama mengandalkan klimaks komedi romantis di depan Altar: pembatalan pernikahan oleh orang ketiga, yang mencintai salah satu calon mempelai. Kisahnya sama: "Apakah ada orang lain yang melihat halangan bagi kedua mempelai untuk menikah?" Di sini, lalu muncul tergopoh-gopoh, orang ketiga, yang lalu "merebut" calon pengantin, yang sebetulnya menjadi her/his true love nya :) Lalu pernikahan tidak jadi antara calon mempelai sebelumnya, tapi dengan orang ketiga itu tadi. And, they live happily ever after coz they're true love kiss each other :)

Ada satu teman kuliah dulu (F, 32 y.o) sekarang sedang kuliah S3 di Belanda, yang saya ingat, dulu dia pernah berkata entah iseng entah serius, bahwa dia terobsesi dengan kisah pernikahan yang batal pada detik-detik di depan Altar, ketika kemudian muncul orang ketiga, yang adalah cinta sejati dari salah satu mempelai :) Dia sering membayangkan kejadian itu betul-betul terjadi: pasangan mempelai sudah siap di depan altar, pendeta/pastor sudah siap memberkati dan mengesahkan pernikahan, lalu saat pendeta/pastor bertanya, apakah ada di antara hadirin yang melihat halangan bagi kedua mempelai ini untuk menikah? Lalu tiba-tiba muncul The Right Person, yang mengacaukan pemberkatan nikah itu, karena sebetulnya dia lah, orang yang tepat, the True Love.

Hmmm...... that's a romantic tragic comedy :) :)

Hal-hal lain yang menarik dari film ini: Pictures of Skotlandia (pegunungan, kastil, danau, highland game gathering, wedding ceremonial, etc). Slapstick adegan di restoran ketika Tom diperkenalkan oleh Hannah pada Collin, dan ketika Hannah meminta Tom menjadi Made of Honor.


Sinopsis Cerita:

MADE OF HONOR. Tom Bailey jatuh cinta pada sahabatnya, Hannah, Namun Tom takut pada komitmen dan mengelak dari kenyataan – bahwa ia harus melamar Hannah sebelum dilamar orang lain. Saat Colin, seorang pria kaya raya berasal dari Skotlandia melamar Hannah terlebih dahulu, Tom harus menyaksikan kebahagiaan Hannah sesungguhnya – saat Hannah memintanya menjadi Pendamping Pengantin Pria (sinopsis cerita disalin dari http://21cineplex.com/movie.cfm?id=1876)

20080604

Batik is Everywhere!


Saya suka juga pakai kemeja batik ke kantor. Tanpa alasan yang khusus. Nyaris tidak ada acara di kantor yang dress code nya batik :) Kalaupun ada, ya jarang lah. Saya suka kemeja batik lengan pendek. Santai tapi cukup formal untuk ke kantor. Bahan kemeja batik biasanya juga adem, tidak gerah, tidak ribet. Tapi saya berbatik ke kantor juga kadang-kadang saja, tidak sering juga. Biasanya kalau lagi santai, yang hari itu tidak pasti apakah akan jumpa orang luar kantor (tamu, klien, dsb). Jadi dengan batik lengan pendek, ready to be casual, and ready to be formal :) Kadang juga untuk gaya-gaya aja, just feel different sensation, wearing a batik shirt in daily activities :)

Kemeja batik juga egaliter. Kemeja batik tidak seperti pakaian lain yang dengan mudah kita melihat mahal murahnya :) Jadi, dengan berbatik, tidak bisa sombong, dan tidak perlu minder juga :) :) Bukan begitu ? :) Dari batik tulis asli yang bahan sutera paling mahal, hingga batik yang bahan kiloan dari grosir, bisa berbaur. Memang, dilihat lebih jeli, kualitas pasti membedakan mana yang bagus, mana yang sekedarnya :)

Hari Jumat, biasanya ada pemandangan menarik saat karyawan-karyawan kantor masuk dan pulang kerja. Terlihat orang-orang berbatik di mana-mana. Karena setiap hari Jumat, karyawan perusahaan negara (BUMN, Bank Pemerintah, dsb) diwajibkan dress code nya batik. Batik apa pun. Batik corak apa pun, dan model apa pun. Yang penting batik. Titik. :)
Batik motif "terserah" itu mengingatkan pada masa SMA dulu, di mana kami dulu ada jadwal pakaian seragam: Senin-Selasa kemeja putih dan celana/rok abu-abu, Rabu-Kamis kemeja batik motif "terserah" dan celana/rok/kulot warna terserah juga. Hari Sabtu pakaian kemeja bebas dan celana warna bebas juga. Kebijakan hari Sabtu pakaian bebas, mungkin supaya siswa tidak berpakaian seragam sekolah pada hari Sabtu, untuk menghindari terjebak tawuran (dulu tawuran sering terjadi pada hari Sabtu). Sekarang gimana ya? Sudah jarang juga ya tawuran antar siswa sekarang ini ya? Bagus lah...

Hari-hari ini, batik jadi dress code di mana-mana. Lagi ngetrend pakaian wanita yang corak batik. Dari model baby doll, sampai model kemeja maskulin, dengan corak batik. Dari model panjang menyerupai daster, hingga model pendek menyerupai baju anak-anak :) Waktu awal-awal trend ini, saya sempat bingung juga, kok orang ke kantor pakai baju mirip daster ya.... Hehehehe.... (Mengingatkan pada daster corak batik kannn....)

Tapi bagus lah... Batik is one of the heritage of our country. Batik juga sangat kaya dengan corak. Membuat hidup lebih hidup, ketika melihat orang berpakaian batik dengan bermacam corak. Mengingatkan pada kekayaan warisan nusantara. (Batik itu mewakili seluruh Indonesia, atau hanya Jawa ya? Gak tahu juga deh.... Setidaknya, batik identik dengan Indonesia) :)

Pernah mendatangi langsung ke sentra-sentra pengrajin batik tulis di daerah seperti Pekalongan, Indramayu, Yogyakarta, Surakarta? Itu adalah pengalaman yang mengesankan...

Sampai sekarang, saya masih penasaran dengan kain batik motif Mega Mendung, khas Cirebon. Motifnya seperti gambar awan-awan, dengan tepian gambar yang berwarna bergradasi. Tapi saya sampai sekarang belum punya kain batik motif itu. Batik tulisnya cukup mahal :) dan pernah ketemu dengan harga yang terjangkau, tapi belum ketemu corak dan warna yang saya suka :) Hope someday I have one :)

Oya, tentang trend pakaian wanita saat ini motif batik.... Satu hal yang terlihat adalah: begitu mudahnya trend pakaian wanita merebak. Begitu mudahnya "menyeragamkan" corak berpakaian di kalangan wanita. Trend batik muncul, nyaris semua wanita "wajib" punya pakaian dengan motif batik :) Yang tadinya ogah berbatik, sekarang jadi rajin berburu baju motif batik. Pakaian model lama yang barusan, segera ditinggalkan.

Beda dengan di kalangan pria. Walaupun sedang trend pakaian motif garis-garis sulur-sulur warna warni, tetap aja ada yang pakai motif garis-garis satu warna. Walau muncul trend pakaian motif garis-garis tegak lagi, tapi tetap saja masih ada pria yang pakai kemeja motif garis-garis miring, yang sudah out of date :) Kalau ada inspeksi mendadak tentang pakaian yang dikenakan oleh pria saat ini, bisa ditemukan semua model dan trend pakaian yang pernah ada, yang saat ini masih dipakai oleh pria :)

Itu mungkin beda wanita dan pria ya....

Kembali ke batik, I love Batik too.. dan saya ingin menyelesaikan tulisan ini sampai di sini.
Selamat berbatik ! :) Feel the Heritage ! :)

20080603

The Ways to The Happiness: The Favourite Things and A Little Obsession


BAGIAN SATU : The Way of Happiness

Beberapa waktu silam, seorang teman mengajak berbicara tentang kehidupan. Berat juga yang dibahas, yaitu tentang Kebahagiaan. Pikiran-pikiran yang memenuhi benaknya waktu itu adalah apakah ia merasa bahagia dalam hidupnya, ukuran apa yang relevan bagi dirinya untuk merasa bahagia, lalu sampai pada pertanyaan bagaimana mencapai kebahagiaan itu.

Singkat kata kami tiba pada beberapa kesimpulan masing-masing. Teman saya itu menyimpulkan beberapa ukuran-ukuran yang menurut dia penting dalam hidupnya sebagai arah dia untuk mencapai kebahagiaan. Saya lalu menambahkan, dengan sedikit mengutip teori dan konsep dalam psikologi, bahwa kebahagiaan itu sangat tergantung pada subjective values. Kebahagiaan itu tergantung pada hal-hal apa yang dianggap penting dan bernilai bagi seseorang. Pencapaian hal-hal yang penting dan bernilai itu memberikan sensasi bahagia pada seseorang. Maka dari itu, makna kebahagiaan bagi tiap orang dapat berbeda-beda.

BAGIAN DUA : Questions of Life

Beberapa waktu kemudian, di sela kesibukan menyelesaikan beberapa tugas, saya iseng-iseng berhadiah, melempar semacam Quiz berupa Survei kecil-kecilan, ke sebuah milis. Ada 4 pertanyaan, yang saya ingat saya tanyakan waktu itu. Pertama, peristiwa apa dalam hidup Anda yang pada saat itu Anda merasa bahagia. Kedua, hal apa yang paling membuat Anda merasa cemas. Ketiga, apabila besok pagi Anda terbangun dari tidur, lalu menemukan hidup Anda dimulai dari titik nol, apa yang Anda harapkan. Keempat, apabila Anda terlahir kembali dalam kehidupan berikutnya (reinkarnasi), Anda ingin hidup sebagai apa/siapa ...

Quiz Intermezo itu sempat direspon oleh tujuh orang teman, yang menjawab secara spontan dan terpisah. Dari sekedar intermezo, mendapati jawaban dari tujuh orang teman yang dengan serius menjawab, saya jadi tergerak untuk mencermati jawaban-jawaban itu, menganalisis, dan berusaha menemukan "benang merahnya". Saya langsung praktekkan metode analisis data kualitatif, dengan metode pattern matching analisis, dengan tahapan matriks kesimpulan.

Quiz intermezo tentang Questions of Life itu menghasilkan temuan yang menarik. Kesimpulan dari Quiz itu, ternyata mengkonfirmasi kesimpulan dari bincang-bincang saya dengan teman saya sebelumnya (yang saya ceritakan di bagian awal tulisan ini).

Temuan dari Quiz tentang Question of Life, antara lain menunjukkan bahwa kebahagiaan dirasakan ketika seseorang mencapai atau mendapatkan hal-hal yang baginya bernilai dan penting. Hal-hal itu antara lain adalah pencapaian prestasi akademik, pencapaian karier, pencapaian keutamaan dalam hidup rohani, dan pencapaian materi. Sedangkan, kecemasan adalah kekuatiran kehilangan atau tidak mendapatkan hal-hal yang dipandang bernilai itu. Kecemasan yang paling besar adalah ketidakpastian untuk memperoleh hal-hal tersebut.

Bila hidup dimulai dari titik nol, ada dua penafsiran tentang ini. Ada yang memahaminya sebagai menemukan dirinya pada suatu waktu dengan keadaan tidak punya apa apa sama sekali, dan ada yang memahaminya sebagai menemukan dirinya pada suatu waktu pada satu titik awal (start) untuk memulai hidup. Bagi yang memahaminya sebagai keadaan tidak punya apa apa sama sekali, mereka berharap mendapatkan kemampuan untuk menjalani hidup. Kemampuan yang mereka harapkan bersifat internal, dari dalam diri, yaitu memiliki akal budi untuk dapat hidup. Sedangkan bagi yang memahainya sebagai suatu titik awal, mereka berharap pada saat itu punya semangat untuk hidup lebih baik dari sebelumnya.

Bila mendapat kesempatan untuk hidup lagi (terlahir kembali), sebagian orang berharap tetap menjadi dirinya seperti sekarang ini, namun dalam keadaan yang lebih baik. Sementara sebagian orang lainnya, berharap menjadi sosok orang lain yang lebih hebat.


BAGIAN TIGA : The Favourite Things & A Little Obsession

Beberapa hari lalu, saya kebetulan menyempatkan diri untuk menonton sebuah film. Bukan film itu yang ingin saya bahas di sini. Namun apa yang saya temukan rasakan dalam pengalaman nonton itu. Saya menonton film Nim's Island. Saya waktu itu pergi ke bioskop sendiri. Sore hari itu kebetulan di kantor sedang santai, semua tugas sudah selesai. Time to refresh and relax. Saya sebelumnya tidak terencana untuk menonton seorang diri. Sebelumnya saya coba kontak teman-teman yang biasa nonton bareng, tapi kebetulan sedang tidak available. Jadilah saya pergi menonton sendiri. Namun justru di situ, saya menemukan 2 hal yang baru saya sadari, yang menambah pada pemikiran The Ways of Happiness.

Dua hal yang saya temukan (saya sadari, tepatnya, karena mungkin sudah diketahui sebelumnya, namun baru betul-betul saya rasakan dan pahami pada saat itu). Dua hal itu adalah (1) My Favorite Things, dan (2) My Little Obsession.

Di pengalaman menonton film Nim's Island itu, saya mendapatkan hal-hal yang saya sukai: menonton film, menikmati cerita petualangan yang menarik, mendapati akting Jodie Foster dan Gerard Butler yang bagus, mendapati gambar-gambar scene film dan framingnya yang menurut saya bagus sekali. Ditambah hal-hal menarik, yang memenuhi "obsesi" saya. Saya dari dulu terobsesi dengan karya musikal Phantom of The Opera (original story by Gaston Leroux, musical by Andrew Lloyd Webber). Segala hal yang berkaitan dengan Phantom of The Opera ini, menjadi kesukaan bagi saya, menjadi my little obsession :) Hubungannya dengan film Nim's Island, aktor Gerard Butler ini adalah pemeran Phantom di film Phantom Of The Opera (Warner Bross, 2004). Hal penting gak penting, sebetulnya. Tapi itulah yang saya sebut "my little obsession" :) Anda tentunya paham pula :)

Melakukan hal-hal kegemaran kita, mendapati hal-hal kesukaan kita pribadi, merupakan saat-saat membahagiakan juga. Entah dalam skala kecil atau besar. Mendapati hal-hal yang kita inginkan atau harapkan, dengan bebas independen, tanpa tergantung pada persetujuan atau penilaian orang lain, yang betul-betul dapat kita nikmati, adalah suatu kebahagiaan juga.

Mendapati atau mencapai hal-hal yang menjadi obsesi kita, merupakan saat-saat membahagiakan juga. Entah dalam skala kecil atau besar. Namun, obsesi yang berlebihan, seperti kita pelajari dari pengalaman pribadi maupun dari pengalaman banyak manusia di bawah langit, dapat menjadi tidak baik pula. Namun intinya di sini adalah, my favorite things + a little obsession = such a personal happiness, too.

Bagaimana dengan Anda ?

Inspirative Story: When It Feels Like Fade Away, It Still Exist But You Just Don't See How Intense It Is


Tulisan menarik dari sebuah milis .....

Subject: Cinta tak harus berwujud bunga
Dicopy paste dari Milis

Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangatyang muncul di hati saya ketika saya bersandar dibahunya yang bidang. Tiga tahun dalam masa perkenalan,dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang sayaharapkan. Rasa sensitifnya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yangromantis dalam pernikahan kami, telah mementahkansemua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian."Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut. "Saya lelah,kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan." Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak. Kekecewaan sayas emakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?"

Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di "dalam" hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dankita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamuakan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?"Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akanmemberikan jawabannya besok." Hati saya langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan.

.."Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."kalimat pertama ini menghancurkan hati saya.

Sayamelanjutkan untuk membacanya.

"Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC dan akhirnya menangis didepan monitor, saya harus memberikan jari-jari sayas upaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya".

"Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamukeluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang"."

Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata sayauntuk mengarahkanmu" .

"Kamu selalu pegal-pegal pada waktu temanbaikmu datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal itu".

"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatirkamu akan menjadi 'aneh'. Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami".

"Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agak ketika kita tua nanti saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu".

"Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasiryang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar seperti cantiknya wajahmu".

"Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambilkanbunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku".

"Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu" .

"Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu, aku tidak akan bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki dan mata lain yang dapat membahagiakanmu" .

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.

"Dan sekarang, sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawabanmu".

"Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kaubahagia".

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku. Oh, kini saya tahu, tidak ada rang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud yang lain yang tidak pernah bisa kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali kita butuhkan adalah memahami wujud cintadari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".

20080602

Empat Alasan untuk Menonton Film "Nim's Island"




Sudah nonton film "Nim's Island" yang sekarang sedang tayang di bioskop 21 dan XXI ? Kalau sudah, gimana, menurut Anda bagus, atau Anda suka (juga) ? Ada kata (juga) nya, karena saya suka film ini.

Kalau Anda belum nonton, dan tidak tahu apakah tertarik nonton atau tidak, berikut ini saya berikan beberapa alasan yang mungkin dapat membuat Anda tertarik untuk melangkah ke bioskop kesayangan Anda, untuk menonton film ini :)

Kita mulai.

Pertama, film ini ide ceritanya menarik, membuat penasaran, ide cerita yang kreatif juga (untuk lebih jelasnya tentang sinopsis ceritanya, silakan baca sinopsisnya dihttp://www.21cineplex.com...)

Kedua, film ini secara sinematografi bagus sekali... Penggambaran scene nya menarik dilihat... setting cerita di pulau di tengah lautan luas.... dengan sudut-sudut pengambilan gambar dan framing yang amazing... I believe it makes you enjoy this movie.

Ketiga, film ini dibintangi oleh aktris yang aktingnya selalu nyaris sempurna dalam memerankan peran yang dilakoninya. Jodie Foster, Anda pasti tahu. Kalau Anda belum tahu, hmm... saya nyerah... butuh alasan lebih banyak lagi untuk menarik Anda untuk menonton film ini :)

Keempat, ---alasan yang ke-empat ini sangat subyektif, ini terkait obsesi saya pribadi --- saya suka film ini, karena salah satu pemerannya adalah si Gerard Butler, pemeran tokoh Phantom di film Phantom Of The Opera. Karena itu my favorite movie... so... semua yang terkait film itu, menarik untuk saya :) :) :)

So.... itu yang bisa saya jelaskan pada Anda. Semuanya berpulang pada selera dan minat Anda.

Selamat Menonton !

Catatan:
Kalau ada di antara Anda yang menemukan alasan-alasan yang menarik, yang sama seperti saya sebut di atas, dalam arti kita sependapat seselera.... Hm.... I hope we can be best friend :) :) :)