20080609

Nasi di Atas Daun Pisang


Saya ada langganan nasi uduk yang saya suka beli di pagi hari, untuk bekal sarapan di kantor. Nasi uduknya sebetulnya biasa saja, rasa standar nasi uduk umumnya. Yang membuat terasa enak bagi saya adalah karena dibungkus di alas daun pisang, sebelum di luarnya dibungkus kertas nasi yang warna coklat itu. Ketika dibuka dan dimakan, nasi bungkus menu nasi uduk, bihun, telur pindang, keripik kentang, tempe bacem, sambal dan kerupuk itu begitu enak aroma dan rasanya. Beda dengan nasi uduk yang dibungkus beralas kertas nasi warna coklat standar itu.

Kemasan dan tempat, kadang membuat materi menjadi berbeda. Packaging membuat substansi bertambah kualitasnya. Di market research dan teori penjualan, hal ini sudah berlaku umum. Tapi jangan lupakan faktor lain yaitu perasaan subyektif, menyangkut selera dan rasa, dan preferensi. Hal ini yang seringkali tidak sejalan (anomali) dengan hal-hal yang berlaku umum.

Makan, tinggal makan. Yang penting makanannya: enak tidak, banyak tidak (baca: kenyang atau tidak). Basic needs. Tapi seringkali makan tidak sekedar makan. Tempat makan juga tidak sekedar tempat makan.

Ada orang-orang yang tidak peduli mau makan di mana, tempat makannya bagaimana, makanan dihidangkan bagaimana. Yang penting, makanannya ada, siap santap, siap mengenyangkan, dan enak di lidah, nyaman di perut :) :) Masakannya enak, makanannya ya enak.

Tapi ada juga, orang yang terpengaruh dengan tempat makannya. Ruang di mana dia makan, wadah makannya, situasi makan, alat makan, dan sebagainya. Di sini, perasaan subyektif, selera dan rasa, dan preferensi.

Beberapa orang bilang, saya ini termasuk cukup aneh :) Mau makan di mana, lebih lihat tempatnya. Kalau tempat makannya enak, nyaman: lega-tidak sempit, terang, bersih, sejuk/adem-tidak panas gerah, rapi, buat saya, apa pun makanan yang ada di situ, akan terasa lebih enak :) Seorang teman dekat sampai sering menyindir saya, "Kamu kalau makan di tempat yang dikasih lampu neon besar, di ruangan besar, dikasih kipas angin jadi gak gerah atau jendela dibuka lebar-lebar, pasti kamu bilang makanannya enak... :) Ya, ada benarnya, tapi tidak sebegitunya lah.... :) :) :)

Dalam hidup keseharian, kita sering menjumpai banyak "keanehan" selera/minat/preferensi yang kita sendiri tidak habis pikir. Banyak sikap atau perilaku orang lain, yang menurut kita, gak perlu sebegitunya lah, yang menurut kita berlebihan, tapi ya dilakukan oleh orang itu. Satu hal yang dianggap penting oleh orang lain, belum tentu dianggap penting oleh orang lain. Ada "kegilaan-kegilaan" yang menjadi sesuatu yang bermakna bagi orang tertentu.

Menurut saya, itu bukan masalah salah betul, hanya saja, kita berbeda melihat sesuatu yang penting tidak penting .....

Berikut ini penggalan kalimat dari deskripsi di Love Profile di section Aquarius: "..... quirky with lots of weird interests.... " (www.blogthings.com)

:)



2 comments:

  1. Anonymous9/6/08 15:12

    kok judulnya mirip2 daun diatas bantal sich? nyontek ya?? kekekekek

    ReplyDelete
  2. Kan cuma mirip satu dua kata aja...dan sesuai dengan apa yang dibahas: nasi yang ditaro di atas daun pisang, gitu loo :) :) Ide judulnya memang asli dari bendanya, bukan dari judul film nya Mas Garin atuuh...

    Btw, thank you for visiting and leaving comment on my blog yaa... Besok-besok mampir lagiya.. Targetnya mau ada seribu posting nih di sini... (sesuai judul blog nya yang seribu candi :)

    ReplyDelete

How About You? Wanna Share Your Mind/Experience? Just feel free to write down here :