Showing posts with label From Others. Show all posts
Showing posts with label From Others. Show all posts

20081202

[Inspirative Story] Life


A Folk Story

Seorang pria mendatangi Sang Guru, "Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apa pun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati saja.
.
"Sang Guru tersenyum, "Oh, kamu sakit." "Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati." Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, Sang Guru meneruskan, "Kamu sakit. Dan penyakitmu itu dinamakan Alergi Hidup."
.
Self Moratorium
.
Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Sungai kehidupan ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.
.
Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah tangga, bentrokan-bentrokan kecil itu lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa, dan menderita.
.
Fatalistic
.
"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku," kata Sang Guru. "Tidak Guru, tidak! Saya sudah betul-betul bosan. Saya tidak ingin hidup," pria itu menolak tawaran sang guru.
.
"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?" "Ya, memang saya sudah bosan hidup." "Baiklah, kalau begitu maumu. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok petang. Besok malam kau akan mati dengan tenang."
.
Giliran pria itu jadi bingung. Setiap guru yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat hidup. Yang satu ini aneh. Ia malah menawarkan racun. Tetapi karena ia memang sudah betul-betul jemu, ia menerimanya dengan senang hati. Sesampai di rumah, ia langsung menenggak setengah botol "obat" dari Sang Guru. Dan... ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.. . Begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir.
.
The Therapy
.
Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget! Sebelum tidur, ia mencium istrinya dan berbisik, "Sayang, aku mencintaimu. " Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya dan ia tergerak untuk melakukan jalan pagi. Pulang ke rumah setengah jam kemudian, ia melihat istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istri pun merasa aneh sekali. Selama ini, mungkin aku salah, "Maafkan aku, sayang."
.
Di kantor, ia menyapa setiap orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini, Boss kita kok aneh ya?" Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap perbedaan pendapat. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya. Pulang ke rumah petang itu, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu." Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, "Pa, maafkan kami semua. Selama ini Papa selalu stress karena perilaku kami."
.
Reborn
.
Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Seketika hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum? Ia mendatangi Sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, Sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, "Buang saja botol itu. Isinya air biasa kok. Kau sudah sembuh Jika kau hidup dalam kekinian, jika kau hidup dengan kesadaran bahwa engkau bisa mati kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Hilangkan egomu, keangkuhanmu. Jadilah lembut, selembut air, dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah jalan menuju ketenangan. Itulah kunci kebahagiaan. "
.
Pria itu mengucapkan terima kasih, lalu pulang untuk mengulangi pengalaman sehari terakhirnya. Ia terus mengalir. Kini ia selalu hidup dengan kesadaran bahwa ia bisa mati kapan saja. Itulah sebabnya, ia selalu tenang, selalu bahagia!

Sumber : Dari Milis. Sumber Asli: Tidak Diketahui
Image : Yin & Yang

20081119

Kalimat Singkat di Buku Jadwal



Source: Milis Alumni Psikologi Atma Jaya (alumni_psikologi_atmajaya@yahoogroups.com)

From: Liza Marielly Djaprie taqionk@yahoo.com


Morning Routine. Pagi ini saya tiba di klinik dan mengecek jadwal saya di buku jadwal. Ketika sedang asyik mengecek jadwal saya untuk hari ini dan beberapa hari ke depan, mata saya terantuk kalimat kecil di bagian bawah kertas. Biasanya sih saya tidak memperhatikan, tetapi hari ini ga tahu kenapa tiba-tiba mata mengarah kesana saja gitu.

Jadi kan biasa tuh, kita lihat kalimat-kalimat singkat yang ditujukan untuk pencerahan, wake up call atau apapun lah namanya. Kalimat-kalimat seperti, ‘Gantungkan cita-citamu setinggi langit’ atau ‘Kegagalan adalah sukses yang tertunda’ atau kalimat-kalimat sejenis lainnya.

Nah, buku jadwal yang terdapat di resepsionis bagian pendaftaran klinik saya tuh di setiap bagian bawah kertasnya selalu tercetak kalimat-kalimat singkat seperti itu.

Yang terbaca oleh saya pagi ini adalah kalimat :
‘Manusia menjadi lengah ketika dia mulai memaafkan dirinya’

Heh???

Jujur awalnya saya kira saya salah baca, siapa tahu mata saya lagi siwer mungkin. Tapi baca dua kali, tiga kali (sampai empat kali malah mungkin) kok ya sama aja tuh kalimatnya.

Saya lalu berjalan masuk ruang praktek dengan mengeryitkan dahi.
Memaafkan…. Lengah….
Lengah…. Karena memaafkan…
Really??

Kok rasanya saya tidak setuju ya.

Buat saya malah orang yang bisa memaafkan dengan tulus (bukan hanya asal di mulut ya) justru orang-orang yang sadar dengan sepenuhnya atas segala hal yang terjadi dan sadar dengan besar hati untuk menerima, belajar dari apa yang telah terjadi.

Atau saya yang salah mengartikan kata ‘lengah’?

Nah!

To make it sure, saya trus jadi bolak-balik kamus bahasa Indonesia mencari si kata lengah.
Yang saya temukan :
Lengah : lalai, teledor, tak peduli, lemah.

Belum puas juga, saya pun buka kamus bahasa Inggris.
Lengah : careless, inattentive, neglectfullness, nonchalant.

Lah… Kalau begitu masa iya memaafkan bisa dikatakan sebagai sebuah keteledoran?
Masa iya memaafkan membuat kita jadi tidak peduli & apalagi… Menjadi lemah???

Waduh… buat saya ga banget tuch.

Memaafkan butuh hati yang kuat & bukan hati yang lemah.
Saya malah pernah baca : The man who can truly forgive, is the strongest of all.

Jujur saja, berapa banyak dari kehidupan kita, kita memutuskan untuk marah & ogah banget memaafkan.

Berapa ratus kali mungkin kita udah ngomong, “enak aja gw maapin, untungnya di dia dong!”? (kalo perlu pake tanda seru panjang buanget berjejer)

Berapa banyak sudah dalam hidup ini kita menyalahkan semua orang yang masih mungkin bisa untuk disalahkan atas segala kejadian-kejadian buruk yang terjadi dalam hidup kita?Berapa banyak kita merepet panjang pendek untuk semua hal-hal yang tidak berjalan sesuai dengan rencana & harapan yang ada?

Berapa banyak kita benar-benar dapat memaafkan???
Dengan tulus? Dengan ikhlas? Dengan penuh kesadaran untuk belajar dari semua hal yang telah terjadi??

Dulu saya pernah baca kalimat : To hold grudge in your heart is like biting a dog after the dog bite you.

He3x… Kalau dibayangkan lucu juga ya, andaikan kita digigit anjing, trus saking dendam & ga mau memaafkan si anjing, kita gigit balik dah itu anjing.
Tapi kalau dipikir lagi, bener toh, berapa ratus kali mungkin kita sudah prefer untuk ‘gigit balik si anjing’ daripada memaafkan dan melihat ‘kecelakaan’ yang terjadi yang sebagai bentuk belajar saja. Lain kali jangan dekat-dekat anjing gitu…

Jadi kok ya buat saya, untuk memaafkan justru membutuhkan kesadaran dari si individu ya.
Kesadaran

Kesadaran bahwa suatu hal yang berjalan tidak sesuai dengan harapan kita mah sesuatu yang normal dalam hidup ini.

Bahwa justru dari hal-hal yang terjadi di luar harapan kita itu, kita malah jadi sadar untuk belajar banyak.

Bahwa dengan sadar menerima hal-hal tersebut justru membuat kita menjadi individu yang ikhlas dan berani menjalani hidup.

Rasanya buat yang tidak terbiasa, memaafkan itu sebuah proses yang cukup sulit dan membutuhkan keberanian yang cukup besar.

Apalagi memaafkan diri sendiri.

Kita sudah sangat terbiasa mungkin being hard on ourselves.
We have to be ‘strong’ one!
Or so they say….

& akibatnya kita jadi tidak bisa fleksibel menerima kekurangan, kekhilafan & kealpaan kita.
Begitu salah dikit, kita biasanya langsung ngomong, “Bego amat sih gw. Dasar tolol!!”.
Trus seakan belum cukup rasanya ngomong kayak begitu ke diri sendiri, biasanya kesalahan itu bolak-balik di-rewind di memori kita.

Hiya loh…. Betul atau betul?

Jadi kalau saya telaah sekali lagi,
‘Manusia menjadi lengah ketika dia mulai memaafkan dirinya’

He3x… teteup tuh saya tidak setuju…

LiZA

___________________________________________


Ella Pratiwi :

Mbak Liiza, setelah saya membaca penjelasan Mbak ttg kalimat "Manusia menjadi lengah ketika dia mulai memaafkan dirinya", saya menangkap arti yang mungkin sedikit berbeda dengan yang Mbak jelaskan. ga pa pa kan, Mbak.... hehehe

Saya setuju bahwa memaafkan secara tulus akan membuat diri semua orang "menang" karena bisa berdamai dengan diri maupun orang lain. Namun, dari kalimat tersebut, saya menafsirkan bahwa memaafkan diri sendiri di sini maksudnya bukanlah memaafkan demi kedamaian dan atas nama ketulusan hati.

Menurut saya arti memaafkan diri sendiri dalam kalimat tersebut mungkin dimaksudkan agar kita tidak bersikap lembek terhadap diri sendiri sehingga kita mengabaikan kemungkinan atau kesempatan untuk berbuat lebih baik lagi. Dengan terus menerus bertoleransi terhadap kesalahan/kecerobohan (baca : kekurangan yang mampu kita perbaiki) maka dikhawatirkan kita akan menjadi stagnan dan kurang berkembang sesuai potensi diri yang kita miliki.

Misalnya, bila kita terus menerus menolerir (memaafkan) kecerobohan kita yang sering lupa mematikan api ketika memasak atau sekedar memanaskan makanan, maka tentu beresiko fatal yang mungkin menyebabkan kecelakaan bahkan kematian orang lain di rumah kita. atau misalnya sebagai psikolog kita mengabaikan kecerobohan atau kelemahan kita dalam menginterpretasi sebuah tes, tentu akan merugikan klien dan profesionalisme kita sebgai psikolog.

Bila kita 'aware' ttg kecenderungan atau kecerobohan kita itu, maka kita sebaiknya tidak memaafkan begitu saja kecerobohan itu dan menjadi lengah terhadap kemungkinan kecerobohan lain di kemudian hari, melainkan sebaiknya kita berusaha agar kecerobohan itu tidak dialami lagi sehingga pada akhirnya kita menjadi pribadi yang lebih baik. Bukankah kegagalan di masa lalu adalah guru terbaik untuk kesuksesan di masa depan?

hem, ini cuma share pendapat aja loh Mbak, semoga bisa saling melengkapi dengan penjelasan Mbak. karena memang sebuah kalimat tidak bila diinterpretasi dari 1 pandangan aja.... bisa ada beribu2 pendapat... dan gak harus ending dengan pernyataan setuju dari semua orang....

Oya, saya juga ingin menyampaikan rasa kagum saya karena Mbak Liza mau menyempatkan diri menulis beberapa tulisan yang cukup inspiratif....... hehehe semoga Mbak ga bosen2 untuk nulis ya... saya senang loh bisa membaca tulisan seperti Mbak....

Best Regards.
Ella

_____________________________________________


Anton WK :

Tulisan yang menarik dari Liza, dan juga tambahan dari Ella :)

Liza tergelitik dengan kalimat itu, sampai cross cek dan back-translation untuk kata "lengah". Tapi kalau kita cross cek dan back translation ke bagian kata "memaafkan", kalau di kalimat itu yang dimaksud adalah memaafkan dalam artian "excuse", sepertinya kalimat singkat di buku jadwal itu make sense juga :) "Human becomes to be careless/ inattentive/ neglectfullness when he/she starts excusing him/herself".
Mungkin gitu kali ya ? (Excuse, refer to Oxford Dictionary, juga punya arti = "to forgive (a fault or offence, or a person committing one).

Kalau "memaafkan" di kalimat itu dalam arti/konteks "forgiveness" memang kalimat itu jadi mengganggu, dan sulit untuk diterima :)

Oya, seperti tempo hari, saya minta ijin/permisi dari Liza (dan Ella juga) untuk ijin pemuatan tulisan Liza dan Ella ini, untuk saya copy paste ke blog saya ya... (tentunya saya cantumkan juga written by Liza, comment by Ella). Gak keberatan kan ya...... ?

salam,
Wiwan
==================
Teks dikutip dari milis alumni psikologi atmajaya
Foto: Patung Air Mancur di Plaza Barat Grand Indonesia, Jakarta

20081101

Sacra Cor Jesu

APA ITU LITANI?

Sumber: Catholic Youth Networking

Jika kamu pernah bercerita tentang seseorang yang amat kamu hormati, dan kamu menyebutkan segala sifat-sifat baiknya, kamu telah belajar ide dasar litani. Ketika kamu menggambarkan seseorang yang kamu kasihi dan kagumi, kamu ingin mengatakan segala hal mengagumkan yang dapat kamu pikirkan tentang orang yang kamu kagumi itu.

Ketika kamu mendaraskan sebuah litani Katolik, sesungguhnya kamu sedang mengatakan kepada Tuhan, atau Bunda Maria, atau para kudus (Santa/Santo) (tergantung kepada siapa litani itu ditujukan), “Engkau sungguh mengagumkan! Engkau sungguh kudus! Engkau melakukan begitu banyak perkara besar, dan aku ingin menjadi sepertimu. Bantulah aku ke surga.”

BAGAIMANA SEBUAH LITANI DISUSUN?

Kata `litani' berasal dari bahasa Latin `litania', `letania'. Artinya suatu bentuk doa tanggapan yang meliputi serangkaian seruan atau permohonan, mengenai suatu subyek utama atau suatu tema suci utama.

Permohonan kepada Allah: Litani biasanya mempunyai pola yang sama. Litani diawali dengan “Kyrie eleison,” dalam bahasa Latin atau “Tuhan kasihanilah kami” dalam bahasa Indonesia, seperti yang biasa kita ucapkan dalam setiap Misa. Kemudian, kita memohon belas kasihan dari setiap Pribadi dalam Tritunggal Mahakudus, misalnya: “Allah Bapa di surga, kasihanilah kami.”
.
Seruan: permohonan kepada Allah dilanjutkan dengan pokok litani yang utama yaitu seruan kepada siapa litani ditujukan.
.
Tanggapan: Setiap seruan dijawab dengan suatu tanggapan, seperti “doakanlah kami.” Tanggapan tersebut tetap sama untuk hampir semua atau bahkan seluruh seruan dalam litani.
.
Karena itulah litani termasuk dalam “doa tanggapan”, sama seperti “Doa Umat” dan “Mazmur Tanggapan” dalam Misa Kudus.
.
Jika kamu membandingkan beberapa litani yang berbeda, perhatikanlah perbedaan dalam memberikan tanggapan atas seruan litani; tanggapan litani bergantung kepada siapa litani itu ditujukan. Tanggapan atas seruan kepada Tuhan biasanya, “Kasihanilah kami,” sementara tanggapan atas seruan kepada Bunda Maria atau para kudus biasanya, “doakanlah kami”.
.
Aneka Permohonan: Seringkali, dalam litani yang lebih khidmat, atau dalam litani kepada Tuhan, setelah seruan ditambahkan aneka permohonan. Kadangkala aneka permohonan itu dimaksudkan untuk memohon berbagai rahmat serta berkat, yang dijawab dengan tanggapan “Kami mohon kepada-Mu, dengarkanlah kami” atau kadangkala umat beriman memohon kepada Tuhan untuk dibebaskan dari segala kejahatan, baik rohani maupun jasmani (misalnya dosa, perang, dan sebagainya).
.
Penutup: Setelah seruan (dan aneka permohonan), litani dilanjutkan dengan serangkaian tiga seruan kepada Anak Domba Allah. Dan yang terakhir, litani selalu ditutup dengan sebuah doa singkat.


BAGAIMANA MENGGUNAKAN LITANI UNTUK BERDOA?

Litani terutama cocok untuk didoakan dalam kelompok, karena litani biasa menggunakan tanggapan-tanggapan sederhana yang mudah diingat semua orang, seperti “doakanlah kami” atau “kasihanilah kami”. Pemimpin perlu memberitahukan kepada para anggota kelompoknya kata-kata tanggapan sebelum doa litani dimulai. Jika kalian mendaraskan litani dalam kelompok, kalian dapat saling bergantian mendaraskan seruan, sementara para anggota lainnya menjawab dengan tanggapan litani.

Setiap litani, baik itu ditujukan kepada Yesus, Bunda Maria, atau seorang santa / santo, merupakan suatu meditasi yang indah.
.
Jika kamu mengalami kesulitan dalam berdoa atau bermeditasi, dan kamu tidak tahu bagaimana harus memulainya, kamu dapat mendaraskan beberapa seruan dari litani kesukaanmu dan menggunakannya sebagai bahan meditasi atau renungan, yaitu dengan menggunakan seruan-seruan itu untuk memperoleh ide-ide untuk berdoa.
.
Mungkin kamu dapat mendaraskan sebuah litani setiap pagi: gunakan litani yang berbeda setiap hari, pilihlah dua atau tiga seruan dari litani yang kamu daraskan itu untuk diucapkan pada setiap kesempatan di sepanjang hari itu.

***

Sebuah Litani:

LITANI HATI YESUS YANG MAHAKUDUS *

Tuhan, kasihanilah kami
Tuhan, kasihanilah kami

Kristus, kasihanilah kami
Kristus, kasihanilah kami

Tuhan, kasihanilah kami;
Kristus, dengarkanlah kami
Kristus, kabulkanlah doa kami
Allah Bapa di surga, * kasihanilah kami
Allah Putra Penebus dunia, *
Allah Roh Kudus, *
Allah Tritunggal Kudus, *
Tuhan Yang Maha Esa, *


Hati Yesus yang mahakudus, *
Hati Yesus, Putra Bapa kekal, *
Hati Yesus yang diwujudkan oleh Roh Kudus dalam ribaan Bunda Perawan, *
Hati Yesus yang dipersatukan dengan Sabda Allah dalam satu wujud, *
.
Hati Yesus yang mahamulia, *
Hati Yesus, bait kudus Allah, *
Hati Yesus, kemah Allah yang mahatinggi, *
Hati Yesus, rumah Allah dan pintu surga, *

Hati Yesus, perapian cinta kasih yang bernyala-nyala, *
Hati Yesus, perbendaharaan keadilan dan cinta kasih, *
Hati Yesus, penuh kebaikan dan cinta kasih, *
Hati Yesus, lubuk penuh keutamaan, *
Hati Yesus yang amat patut dipuji, *
Hati Yesus, raja dan pusat segala hati, *

Hati Yesus, tempat semua harta kebijaksanaan dan pengetahuan, *
Hati Yesus, tempat ke-Allah-an seluruhnya, *
Hati Yesus yang berkenan kepada Bapa, *

Hati Yesus yang kaya raya dan murah hati kepada kami, *
Hati Yesus, kerinduan bukit-bukit yang kekal, *
Hati Yesus yang sabar dan mahabelas kasih, *
Hati Yesus yang murah hati kepada semua orang yang berseru kepada-Mu, *
.
Hati Yesus, sumber kehidupan dan kesucian, *
Hati Yesus, kurban pelunas dosa kami, *
Hati Yesus yang ditimpa penghinaan, *
.
Hati Yesus yang hancur karena kejahatan kami, *
Hati Yesus yang taat sampai mati, *
Hati Yesus yang tertusuk dengan tombak, *
.
Hati Yesus, sumber segala penghiburan, *
Hati Yesus, kehidupan dan kebangkitan kami, *
Hati Yesus, pokok damai dan pepulih kami, *
.
Hati Yesus, kurban untuk orang berdosa, *
Hati Yesus, keselamatan bagi orang yang berharap kepada-Mu, *
Hati Yesus, pengharapan orang yang meninggal dalam Engkau, *
Hati Yesus, kesukaan semua orang kudus, *
.
Anak domba Allah, yang menghapus dosa-dosa dunia, sayangilah kami,
Anak domba Allah, yang menghapus dosa-dosa dunia, kabulkanlah doa kami,
Anak domba Allah, yang menghapus dosa-dosa dunia, kasihanilah kami.
Yesus yang lembut dan rendah hati, jadikanlah hati kami seperti hati-Mu.
.
Marilah kita berdoa. (Hening)

Allah yang mahakuasa dan kekal, terimalah
segala pujian dan penghapusan dosa yang dipersembahkan Hati Yesus
kepada-Mu atas nama semua orang berdosa. Sudilah Engkau mengampuni
dosa-dosa umat-Mu ini, yang memohon belas kasih-Mu dengan pengantaraan
Yesus Kristus, Tuhan kami, yang bersatu dengan Dikau dalam Roh Kudus,
hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.
Amin.

--------------------------------------
sumber : "What are Litanies?"; Catholic Youth Networking;
http://catholicyouth.freeservers.com
* Doa-Doa Devosi kepada Yesus Kristus, Puji Syukur; Komisi Liturgi KWI; 1992
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan
mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA:
www.indocell.net/yesaya
.
---------
Foto :
- Gereja Katedral Hati Kudus Yesus, Surabaya, Jawa Timur
- Gereja Paroki St. Yakobus, Surabaya, Jawa Timur
- Gereja Paroki Kepanjen, Surabaya, Jawa Timur
- Devosi Kepada Hati Kudus Yesus
.
Sumber Foto :

20081031

Purgatorium

Sumber: Artikel "Rahasia Arwah-arwah di Api Penyucian"
Wawancara Suster Emmanuel dari Medjugorje dengan visionari Maria Simma
"The Amazing Secret of the Souls in Purgatory"
diterjemahkan oleh Jeffry Komala.


SEBUAH AJAKAN BAGI SEMUA

Kita bisa membuat keputusan supaya tidak satupun dari kita harus masuk ke Api Penyucian!

Ini sungguh suatu hal yang mungkin, kita punya segalanya pada tangan kita untuk membuatnya menjadi kenyataan. Saya ingat kata-kata Santo Yohanes dari Salib: dia berkata bahwa Kasih Allah memberikan kepada setiap kehidupan, pemurnian yang diperlukan untuk membolehkan kita langsung masuk ke Surga pada saat ajal.

Allah memberikan cukup banyak kesulitan-kesulitan dalam hidup kita, tantangan-tantangan, penderitaan, penyakit, beban-beban - sehingga segala pemurnian ini, jika kita menerimanya, mungkin cukup untuk membawa kita langsung ke Surga.


Mengapa hal ini tidak terjadi? Karena kita memberontak, kita tidak menerima dengan kasih, dengan syukur, karunia cobaan-cobaan dalam hidup kita ini, dan kita berdosa karena melawan, karena tidak menurut. Jadi mari kita minta kepada Tuhan bagi rahmat untuk mengambil setiap kesempatan sehingga pada saat kita meninggal Dia melihat kita bercahaya gemilang oleh kemurnian dan keindahan.

Tentunya jika kita memutuskan untuk menerimanya, saya tidak mengatakan bahwa jalannya akan mudah, karena - ingatlah akan hal ini - Tuhan Yesus tidak pernah menjanjikan bahwa jalannya akan mudah tetapi jalan kita akan berada dalam damai, dan akan menjadi jalan kebahagiaan: Tuhan beserta kita!
Di atas semuanya - dan saya ingin menekankan hal ini disini - marilah kita menggunakan waktu kita sebaik-baiknya yang tersisa di dunia, masa ini yang begitu berharga, dimana selama itu kita masih punya kesempatan untuk bertumbuh dalam kasih. Ini berarti untuk bertumbuh menuju Kemuliaan yang akan datang dan keindahan yang menjadi takdir kita. Setiap menit, kita masih dapat tumbuh dalam kasih, tetapi arwah-arwah di Api Penyucian tidak dapat lagi bertumbuh.
Bahkan para malaikat pun menginginkan kuasa ini yang kita miliki untuk tumbuh setiap menit dalam kasih sementara kita masih berada di dunia.

Setiap tindakan kasih yang kecil sekalipun kita persembahkan kepada Tuhan, setiap pengorbanan kecil maupun puasa, setiap penyangkalan kecil maupun perjuangan untuk melawan kecenderungan hawa nafsu kita, kesalahan-kesalahan kita, setiap pengampunan bagi musuh-musuh kita, segala hal semacam ini yang dapat kita persembahkan, yang nantinya akan menjadi bagi kita suatu ornamen, suatu permata, harta sejati yang kekal.

Jadi, mari kita ambil setiap kesempatan untuk menjadi seindah yang Tuhan inginkan dari kita dalam nubuatnya. Jika kita melihat dengan jelas kemuliaan dari suatu jiwa yang murni, atau suatu jiwa yang dimurnikan, maka kita akan berseru dengan sukacita dan kekaguman, karena keindahannya!

Jiwa seorang manusia adalah sesuatu yang memiliki kemuliaan besar dihadapan Allah; inilah mengapa Allah menginginkan kita untuk menjadi murni secara sempurna. Bukan melalui bebas dari kesalahan sehingga kita menjadi murni. Tidak, tetapi melalui pertobatan kita akan dosa-dosa kita, dan kerendahan hati kita. Anda lihat, cukup nyata bedanya! Para kudus bukanlah jiwa-jiwa yang bebas dari kesalahan, tetapi mereka yang bangkit berulang-ulang setiap kali mereka jatuh, dan memohon pengampunan; sangat berbeda.

Jadi mari kita memanfaatkan fasilitas indah yang diberikan Tuhan kepada kita untuk membantu jiwa-jiwa yang masih menanti untuk menginginkan Allah dan yang merindukan karena penundaan ini, karena Tuhan yang mulia yang telah mereka lihat dan yang mereka inginkan dengan segenap hati mereka.

Juga, jangan kita lupakan bahwa doa anak-anak memiliki kuasa yang sangat besar kepada Tuhan. Jadi, marilah ajari anak-anak kita untuk berdoa.
Saya teringat seorang gadis kecil yang telah saya ceritakan tentang jiwa-jiwa yang malang. Saya berkata kepadanya: "Sekarang, kamu akan berdoa bagi jiwa-jiwa semua anggota-anggota keluargamu dan teman-teman yang telah meninggal. Maukah kamu pergi ke hadapan Yesus dan memohon kepadaNya?" Dia pergi kepada Yesus dan lima menit kemudian dia kembali, dan saya bertanya kepadanya: "Apa yang kamu minta dari Tuhan?" Dia menjawab: "Saya meminta Tuhan untuk membebaskan semua jiwa-jiwa di Api Penyucian!"

Jawaban itu mengejutkan saya dan saya menyadari bahwa saya telah bersikap pelit dalam permintaan saya, tetapi dia telah langsung mengerti apa yang harus dimintakan. Anak-anak begitu perasa, mereka bisa mendapatkan begitu banyak dari kemurahan Tuhan.

Juga, mari sebutkan disini orang-orang yang telah pensiun dan semua yang memiliki waktu luang; jika mereka sering menghadiri Misa harian... Harta karunia apakah yang bisa mereka timbun, bukan hanya bagi diri mereka sendiri tetapi juga bagi anggota keluarga mereka yang telah meninggal dan bagi ribuan jiwa-jiwa!

Nilai dari satu Misa Kudus saja tidak terukur. Jika kita dapat menyadarinya!... Betapa suatu kekayaan yang oleh ketidakpedulian kita, atau semata-mata kemalasan kita, terbuang cuma-cuma!

Dimana kita memiliki kuasa untuk menyalamatkan saudara-saudari kita, dengan mengambil bagian dalam penebusan, bersama-sama dengan Yesus, Sang Penyelamat dan Penebus kita!


Jangan Lupakan Indulgensi

Bunda Gereja memiliki beberapa harta karun yang bagus bagi kita - mari kita lihat beberapa diantaranya dengan seksama!

"Melalui indulgensi umat bisa mendapatkan remisi atas hukuman sementara yang diakibatkan oleh dosa-dosa, bagi diri mereka sendiri dan juga bagi arwah-arwah di Api Penyucian" (Katekis Gereja Katolik nomor 1498)

Apakah yang dimaksud dengan indulgensi?
Ini adalah apa yang ditulis dalam buku Katekis Gereja Katolik: "Suatu indulgensi adalah remisi di hadapan Allah atas hukuman sementara yang diakibatkan oleh dosa-dosa yang kesalahannya telah diampuni, yang didapat oleh umat Kristen dalam kondisi-kondisi tertentu melalui tindakan Gereja yang, sebagai pelayan penebusan, memberikan dan memakai dengan kuasa, harta karun dari pemenuhan Kristus dan para kudus."

"Sebuah indulgensi adalah sebagian atau penuh sesuai dengan apakah indulgensi tersebut menghapuskan sebagian atau segenap hukuman sementara yang disebabkan oleh dosa." Indulgensi bisa dikenakan kepada orang hidup maupun orang yang sudah meninggal." (Katekis Gereja Katolik nomor 1471)

Yesus memberikan kepada para murid-muridNya, dan oleh karena itu kepada Gereja Katolik, kuasa untuk mengikat dan melepaskan, dan sepanjang berabad-abad, dalam berbagai cara, Gereja telah menggunakan saluran belas kasih Allah ini kepada orang hidup dan mati.

Segala hal menyangkut indulgensi direvisi oleh Paus Paulus VI; hasil-hasilnya dapat ditemukan dalam buku The Book of Indulgences, Aturan dan Pemberian, dipublikasikan 29 Juni 1968 oleh Vatican Publishers.
"Sasaran yang dituju oleh otoritas gereja dalam memberikan indulgensi tidak hanya untuk membantu umat menghapuskan hukuman atas dosa, tetapi juga untuk mendorong mereka untuk melakukan tindakan-tindakan baik, penitensi, dan tindakan amal - terutama yang membawa pada pertumbuhan iman dan yang cenderung pada kebaikan bersama."

"Dan jika umat menawarkan indulgensi sebagai penebusan bagi orang yang sudah meninggal, mereka menanamkan amal baik dengan cara yang bagus dan sementara mengangkat pikiran mereka ke surga mereka membawa kondisi yang lebih baik bagi hal-hal di dunia ini."

"Meskipun indulgensi sesungguhnya adalah karunia cuma-cuma, betapapun indulgensi diberikan kepada yang masih hidup maupun yang sudah meninggal hanya pada kondisi-kondisi yang telah ditentukan...umat bersangkutan harus mengasihi Allah, menghindari dosa, menaruh kepercayaan kepada Kristus dan percaya dengan teguh kepada bantuan besar yang mereka dapat dari persekutuan para kudus."

Sebagai hasil dari revisi, segala perbedaan atas hari, bulan, dan tahun telah dihapuskan; satu-satunya perbedaan yang tetap dipertahankan adalah antara indulgensi penuh dan sebagian. Kita juga mesti mengingat yang berikut ini:

Tidak seorangpun dapat memberikan indulgensi yang didapatnya kepada orang lain yang masih hidup Baik indulgensi penuh maupun sebagian selalu dapat diberikan kepada orang yang telah meninggal. "Umat yang menggunakan dengan devosi, suatu benda religius (salib, kayu salib, rosario, skapulir, atau medali) yang diberkati dengan selayaknya oleh seorang imam, bisa mendapatkan indulgensi sebagian. Tetapi jika obyek ini diberkati oleh Sri Paus ataupun seorang uskup, umat yang menggunakan obyek tersebut bisa mendapatkan indulgensi penuh pada pesta perayaan Rasul Suci Petrus dan Paulus, jika mereka juga membacakan pernyataan iman (kredo) menggunakan formula yang diakui Gereja."


Di Medjugorje, pada tanggal 18 Juli 1995, Bunda Maria berkata:

"Anak-anak yang baik, hari ini Aku memanggil kalian untuk menempatkan benda-benda yang telah diberkati di rumah-rumah kalian dan mengajak setiap orang untuk mengenakan benda yang telah diberkati. Berkatilah segala obyek, dan demikian serangan Setan akan berkurang karena kalian memiliki perisai untuk melawannya."

"Untuk mendapatkan indulgensi penuh perlu untuk melakukan tindakan yang diperlukan oleh indulgensi tersebut dan untuk memenuhi tiga syarat: sakramen pengakuan dosa, Komuni Ekaristi dan doa bagi intensi-intensi Sri Paus. Lebih jauh lagi diperlukan bahwa segala keterikatan dengan dosa, bahkan dosa-dosa ringan, ditiadakan."

Syarat berdoa bagi intensi-intensi Sri Paus dapat dipenuhi dengan mengucapkan satu doa Bapa Kami dan satu kali Salam Maria. Betapapun, masing-masing umat individual bebas mengucapkan doa-doa lain sesuai dengan ketaatan dan devosi mereka kepada Sri Paus.
Revisi baru memberikan tiga konsesi:

Indulgensi sebagian diberikan kepada umat yang, dalam memenuhi kewajiban mereka dan dalam menghadapi tantangan hidup, mempersembahkan hidup mereka kepada Tuhan dengan keyakinan dan kerendahan hati, dan menambahkan dalam hati mereka panggilan yang khidmat. Indulgensi sebagian diberikan kepada umat yang, dengan jiwa penuh oleh iman dan belaskasihan, memberikan diri mereka sendiri ataupun harta milik mereka bagi saudara-saudara mereka yang membutuhkan. Indulgensi sebagian diberikan kepada umat yang, dengan semangat pertobatan, menjauhkan diri mereka dari sesuatu hal secara spontan (=berpuasa dan berpantang).
Indulgensi penuh bisa diperoleh pada peristiwa-peristiwa berikut ini:
  • Adorasi kepada Sakramen Mahakudus setidaknya setengah jam
  • Mengucapkan doa Rosario di gereja, dalam satu keluarga atau dalam suatu komunitas
  • Menjalankan Perhentian-perhentian Jalan Salib
  • Membaca Kitab Suci setidaknya setengah jam
  • Kunjungan ke gereja antara tanggal 1 November tengah hari sampai tanggal 2 November tengah malam, bagi intensi orang-orang yang telah meninggal
  • Mengunjungi kuburan, bagi intensi mereka yang telah meninggal
  • Mengambil bagian dalam perayaan Komuni Suci Pertama, atau Misa pertama seorang imam, atau perayaan 25, 50 atau 60 tahun menjadi imam
  • Pembaruan janji-janji baptis selama Minggu Paskah Adorasi kepada Salib selama liturgi Jumat Agung
  • Benediksi oleh Sri Paus, bahkan ketika didengarkan melalui radio atau menonton lewat televisi Dengan menerimakan sakramen Pengakuan Dosa secara teratur, seseorang bisa mendapatkan banyak indulgensi penuh.
  • Hanya satu indulgensi penuh perhari diperbolehkan, tetapi seseorang bisa mendapatkan sejumlah indulgensi sebagian dengan mengucapkan doa-doa tertentu yang dianjurkan oleh Gereja, seperti:
Angelus Domini
Kredo Para Rasul Mazmur 130 (De Profundis)
Litani Nama Kudus Yesus
Litani Hati Kudus Yesus
Litani Santa Perawan Maria
Litani Santo Yusuf
Litani Para Kudus
Magnificat
Mazmur 51 (Miserere)
Doa bagi panggilan religius atau imam
Doa persatuan umat Kristen
Salve Regina (Salam, Ratu Surga)
Membuat tanda salib (dilakukan secara khidmat)
Tantum Ergo Te Deum
Veni Creator (Datanglah Roh Kudus)

Daftar di atas bukan daftar lengkap. Silakan minta petunjuk pastor paroki.

Indulgensi sebagian didapat melalui tindakan konkrit dari iman, harapan dan kasih, di tengah-tengah tantangan-tantangan hidup dan sebagaimana kita menjalani kewajiban-kewajiban hidup kita sehari-hari. Indulgensi juga didapat melalui tindakan amal kepada sesama kita, berpuasa dan pantang, dan doa-doa dan pikiran-pikiran spontan yang diajukan kepada Allah, kepada Bunda Maria, kepada Keluarga Kudus.

Buku "The Book of Indulgence" mengandung satu daftar doa-doa yang direkomendasikan; suatu buku yang sangat bermanfaat - bacalah!

Ya, Hati Kudus Yesus,

Berikanlah aku selalu rahmat untuk hidup sesuai dengan kehendakMu, sebagaimana pada saat terbaik, paling berbahagia, paling penting dalam hidupku, begitu juga pada saat-saat sulit.
Berikanlah selalu agar aku siap untuk saat-saat terakhir; berikanlah aku ketabahan untuk memberikan segalanya bagi kasihMu, bahkan hidupku, jika diperlukan.

Yesus, melalui SengsaraMu yang maha Kudus, semoga saat Engkau datang pada saat kematianku dan menemukanku terjaga, seperti hamba yang baik, dengan penyesalan yang tulus, pengakuan yang baik, diperkuat oleh sakramen-sakramen terakhir.

Tuhan, jangan meninggalkan aku pada pergulatan terakhir di dunia ini, ketika aku harus bertempur melawan Setan, mungkin dalam api yang menyala-nyala. Semoga BundaMu yang Suci, Bunda Belaskasih, dan Santo Mikael dan segenap para malaikat, menolong dan melindungi aku dari segala cobaan pada saat aku meninggalkan dunia ini. Semoga mereka menguatkan aku dan menghiburku dalam segala penderitaanku.

Berikanlah kepadaku, ya Tuhan, pada saat itu, iman yang hidup, kepercayaan yang teguh, kasih yang membara dan kesabaran yang besar. Tolonglah aku untuk membaktikan diriku sepenuhnya, dengan segala pikiran jernih, kedalam tanganMu dan untuk meninggalkan diriku sendiri seperti seorang anak kecil kepada tempatMu yang kudus.

Dalam kebaikanMu yang tanpa batas dan belaskasihMu yang besar,
ya Yesus, ingatlah akan daku!


Amin.
-------------------
Foto :
- Taman Prasasti, Jl. Tanah Abang I, Jakarta
- Gerej Katedral, Jakarta
- Gereja Theresia, Jakarta
(c) antonwk, 2006, 2008

20081017

[Invitation] Devosi & Novena Besar Maria 2008


Devotion to Sancta Maria Virgine. Perkumpulan Persaudaraan Devosi Maria, Jakarta, kembali mengundang seluruh umat Katolik yang berdevosi pada Bunda Maria untuk mengikuti :

DEVOSI & NOVENA BESAR BUNDA MARIA 2008
Tema :
"Maria dan Kebangkitan Nasional"
Tanggal : 17 s/d 26 Oktober 2008
(10 hari berturut-turut)
Tempat : Gedung Yustinus Lt.15,
Universitas Katolik Atmajaya,
Jl. Jend. Sudirman (Semanggi)
Waktu : Pk. 17.30 - 21.00

Acara : Doa Rosario, Talk Show dan Misa +Novena



Berikut ini adalah jadwal, sub tema & pembicara talk show tersebut:

Hari Ke-1 (Jumat, 17 Oktober 2008):
Tema : Memberi makna Kebangkitan Nasional bersama Bunda Maria
Pembicara : Rm. Eddy Kristianto, OFM & Sonny Keraf

Hari Ke-2 (Sabtu, 18 Oktober 2008):
Tema : Pro Eclesia et Patria dalam bimbingan Bunda Maria
Pembicara : Rm.Hari Susanto, Pr. & Adrianus Meliala

Hari Ke-3 (Minggu, 19 Oktober 2008):

Tema : Menjadi garam dunia yang membangkitkan semangat kebangsaan sebagaimana yang dicontohkan oleh Bunda Maria
Pembicara : Rm.Simon Lily Tjahjadi, Pr, Dr Fransisca Eri Seda & Dominique A. Diyose

Hari Ke-4 (Senin, 20 Oktober 2008):
Tema : Membangun hubungan yang lebih baik antar umat beragama
Pembicara : Mgr.PC.Mandagie, MSC & Siti Musdah Mulya

Hari Ke-5 (Selasa, 21 Oktober 2008):
Tema : Kebangkitan Nasional identik dengan peduli pada kaum lemah
Pembicara : Rm.Danny Sanusi, OSC & Asas Tigor Nainggolan

Hari Ke-6 (Rabu, 22 Oktober 2008):
Tema : Kebangkitan Nasional dalam makna kesederhanaan
Pembicara : Rm.Eko Aldilanto, OCarm & Mayong Suryolaksono

Hari Ke-7 (Kamis, 23 Oktober 2008):
Tema : Peran kaum muda dalam memberi inspirasi untuk melakukan perubahan kondisi Indonesia ke arah yang lebih baik.
Pembicara : Rm. Joh.Dwi Harsanto, Pr & Pongky Barata (Jikustik)

Hari Ke-8 (Jumat, 24 Oktober 2008):
Tema : Mendobrak eksklusivitas gereja Katolik dalam kehidupan bermasyarakat
Pembicara : Rm.Yus Mewengkang, MSC & AKBP Chrisnanda

Hari Ke-9 (Sabtu, 25 Oktober 2008):
Tema : Nasionalisme seorang Katolik
Pembicara : Rm.Hendaryono, Pr. & TNI/POLRI

Penutupan (Minggu, 26 Oktober 2008):
Perayaan Ekaristi Konselebrasi
Waktu : 09.30 - 12.00 WIB

Catatan:

· Acara ini TIDAK DIPUNGUT BIAYA & TIDAK PERLU MENDAFTAR
· Tidak diperkenankan makan atau minum di dalam Gd.Yustinus Lt 15 selama acara berlangsung (sehubungan dengan peraturan gedung)


Informasi lebih lanjut
Arum: silakan mengirimkan sms ke 021-93 22 9138 atau email ke yohanita70@gmail. com
Luci : silakan mengirimkan sms ke 0888-951 0022

Kami tunggu kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/ Saudari dan mohon diteruskan kepada pencinta Bunda Maria lainnya.

Salam,
Panitia Penyelenggara,

Perkumpulan
Persaudaraan Devosi Maria, Jakarta
-------------------------------
Photo:
Patung Bunda Maria
di Pintu Utama Gereja Katedral Maria Diangkat Ke Surga,
Keuskupan Agung Jakarta
(C) antonwk, 2006

20081007

[Film] LASKAR PELANGI (Posted by JOJO)


This Posting is courtesy posted by Binarjo Leonardy (JOJO), Batam.

Film Indonesia. “Laskar pelangi? Film Indonesia Raya ? Sori..gak deh..” jawabku dengan ketus campur sinis ketika diajak nonton oleh salah seorang kolega kantor utk nonton film ini. Tetapi karena terus-menerus dibujuk, ada rasa kasian dengan sang kolega, yang sudah capek mempromosi pantai Pulau Belitung yg indah (sang kolega dari Belitung), dan tentu saja ditraktir nonton gratis, akhirnya saya menyetujui untuk menemaninya menonton.

Alasan menolak nonton film Indonesia, tak lain tak bukan karena tidak suka dengan stereotip film Indonesia yang sekarang banjir film horror, komedi konyol dan film percintaan cengeng berurai air mata diperparah dengan kualitas akting pemeran film yang tidak melebihi kualitas akting bintang kagetan untuk pementasan drama kesenian di sekolah dulu. Mohon maaf kalau seandainya saya terkesan sombong dan meremehkan film Indonesia, tetapi ada juga beberapa film Indonesia yang patut diacung jempol (dua jempol malah!), misalnya Naga Bonar Jadi 2, Arisan, Naga Bonar, Arini Masih Ada Kereta Yang Akan Lewat, Pengemis dan Tukang Beca, dll.


A Village's Old School

Kembali lagi ke topik, Film Laskar Pelangi dibuka dengan alur flash back, mengisahkan seorang perantauan yang kembali ke kampung halamannya, karena merasa rindu dan ingin kembali mencari impian-impian masa kecilnya. Dimulai dari sebuah bangunan sekolah yang sudah tua, bocor dan rusak (sampai harus disanggah batang pohon agar tidak roboh), seorang ibu guru muda yang baru saja akan mulai mengajar di hari pertama, sampai ke murid pertama yang datang ke sekolah dengan naik sepeda, setelah menempuh perjalanan beberapa jam, dengan melewati tempat mangkal/sarang buaya, sehingga sering kali terpaksa harus kejar-kejaran dengan buaya.

Situasi yang kontras terlihat di sekolah seberang yang merupakan sekolah anak orang kaya, murid- murid berpakaian bagus dan bersih. Sekolah Muhammadiyah ini, hanya memiliki 10 orang murid yang berpakaian ala kadarnya, bahkan ada juga yang hanya telanjang kaki tidak bersepatu ke sekolah. Sebuah sekolah orang miskin yang terancam akan ditutup karena kekurangan biaya, minim sarana dan prasarana belajar mengajar, kekurangan guru dan kekurangan murid dan seabrek kekurangan lainnya, tidak menyurutkan semangat guru (Bu Mus) dan murid-murid dalam belajar , bahkan berprestasi lebih tinggi melebihi sekolah favorit yang lengkap dengan segala fasilitas.


Very Touching

Jarang sekali ada film yang dapat membuat saya merasa terharu (apalagi film Indonesia), tetapi Laskar Pelangi dapat membuat pelupuk mata saya basah, bahkan beberapa kali, yaitu ketika mereka memenangkan Cerdas Tangkas, adegan kepala sekolah meninggal dunia, sewaktu ayah dari salah seorang murid tidak kembali (hilang) sewaktu mencari ikan di laut, dan ketika murid tersebut datang pamitan dengan guru dan teman sekelas, tidak bisa melanjutkan sekolah karena harus menjaga adik-adiknya yang masih kecil, sementara kedua orang tua mereka sudah tiada.

Film ini sarat dengan pesan-pesan moral tanpa terkesan klise, akting yang bagus ,terutama ke-10 bocah-bocah kecil yang (katanya)belum pernah pengalaman akting. Kualitas akting bocah-bocah ini bisa membuat merah muka bintang-bintang muda sinetron Indonesia yang sekarang marak di TV swasta. Di samping itu, dengan sinematografi yang apik menggambarkan keindahan pulau Belitung (atau Belitong), yang sepertinya bakal menjadi primadona tujuan wisata masa depan di Indonesia.


Lesson Learned

Beberapa hal yang saya petik dari Laskar Pelangi, di antaranya :

  • jangan ragu untuk bermimpi, karena dengan mimpilah manusia bisa melangkah lebih maju. Kejarlah dan wujudkan impian kita.
  • adalah lebih mulia dengan lebih banyak memberi daripada menerima.

  • ukuran kesuksesan atau keberhasilan bukan diukur dari angka-angka, tetapi dari hati nurani.

  • masih banyak anak Indonesia yang tidak mampu bersekolah, meskipun mereka mempunyai otak yang pintar.
Poin yang saya sebut terakhir di atas itu, memberi ilham kepada saya dan beberapa teman kantor tergerak hati untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak seperti itu. Semoga keinginan kami bisa terlaksana dengan baik. (Amien, Semoga ya, Jo. -AWK)

Improvement

Kekurangan film ini, hampir tidak ada, selain logat Belitung yang kurang pas dilafalkan oleh sebagian dari pemain, dan juga akting Tora Sudiro yang kayaknya makin lama makin menurun kualitasnya. Mungkin Tora kurang cocok berakting untuk peran-peran yang serius karena saya terbiasa melihat Tora sebagai seorang comedian. Di luar daripada itu, Laskar Pelangi sungguh dahsyat! Bravo sineas Indonesia. U have made me proud, and most of all, u have made Indonesia proud. Keep up the good work!

Epilog

Eniwei, ini sedikit commet saya untuk Laskar Pelangi, mohon maaf kalau ada kata yang menyinggung hati. Pengalaman dan pengetahuan saya masih jauh dari cukup untuk menjadi seorang kritikus film, tapi ini adalah komentar jujur dilihat dari kacamata seorang awam, yang kebetulan punya hobi nonton film. Nah, sekarang mau ke toko buku ah, mau cari novelnya. Oh ya, juga mau cari film Denias, Senandung Yang Hilang. Dengar-dengar, film Indonesia yang satu ini juga salah satu “Must See Item.”


Salam hangat,
Binarjo Leonardy (Jojo)

--------------------------------------------

Anton WK: Thanks ya Jojo.... It's very appreciated that you've really fulfilled my invitation / request to you, for writing your review on Laskar Pelangi the Movie.... Review kamu cukup lengkap juga ... dan informatif... Saya juga semalam akhirnya sempat juga nonton film Laskar Pelangi ini... Nanti saya juga akan tuliskan review tentang film ini ya....

Once again, thank you for your contribution posting on Candi Sewu. It's really appreciated, and as we know, setiap posting dan comment dalam blog candi sewu ini, akan menjadi candi-candinya.... (Masih ingat kan, targetnya akan ada seribu candi nih... sesuai namanya, Candi Sewu) :) :)

Next time, kalau ada sesuatu yang ingin kamu tuliskan lagi, silakan lho.. It would be very welcome, nanti akan saya postingkan di Candi Sewu.


Thank You, My Friend..



-------------------------
Picture is taken from http://www.21cineplex.com/
















20080922

Before Saying These ....


Motivation of The Day : " Hari ini sebelum kamu mengeluh..."


Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali

Hari ini Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu...
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Hari ini Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa...
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Hari ini Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk...
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.

Hari ini Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu...
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup...

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu...
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat

Hari ini Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu.
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya tidak bisa

Hari ini Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan dan tidak punya rumah

Hari ini Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah berkendara..
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan kaki

Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu. ..Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyaipekerjaan seperti anda...

Hari ini Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa,
Kita semua menjawab kepada Tuhan...

Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
Tersenyum dan mengucap syukurlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup

Life is a gift...
Live it...
Enjoy it...
Celebrate it...
And fulfill it!


Baca juga artikel motivasi lainnya hanya di :
http://www.beraniegagal.com

20080906

[Joke] Letter from Mbak Sri


Girl Friend of Your Liver

(Dibaca: Kekasih Hatimu) :)
--Copy paste from a posting in a mailing list--

Sri, seorang TKW Indonesia, bermaksud memutuskan hubungan dengan kekasihnya seorang bule dari Amerika bernama Robbie akan tetapi dia tak sanggup untuk bertemu muka dengan kekasihnya. Sri menulis surat dengan berbekal pengetahuan bahasa Inggris & kamus tebal.


Berikut ini surat pemutusan hubungan kekasih, dari Mbak Sri untuk Mr. Robbie kekasihnya....




Hi Robbie, with this letter I want to give know you
(Hai Robbie, bersama surat ini saya ingin memberitahu kamu)

I WANT TO CUT CONNECTION US
(SAYA INGIN MEMUTUSKAN HUBUNGAN KITA)

I have think thisvery cook cook
(saya telah memikirkan hal ini masak masak)

I know my love only clap one hand
(saya tahu cinta saya hanya bertepuksebelah tangan)

Correctly, I have seen you go with a woman entertainment
at town with my eyes and head myself

(sebenarnya, saya telah melihat kamu pergi bersama seorang wanita penghibur
di kota dengan mata kepala saya sendiri)

You always ask for apology back backtimes
(kamu selalu minta maaf berulang ulang kali)

Your eyes drop tears crocodile
(matamu mencucurkan airmata buaya)

You are really a man crocodile land
(kamu benar benar seorang lelaki buayadarat)

My Friend speak you play fire
(teman saya bilang kamu bermainapi)

Now I know you correct correct play fire
(sekarang saya tahu kamubenar benar bermain api)

So, I break connection and pull my body from this love triangle
(jadi, saya putuskan hubungan dan menarik diri daricinta segitiga ini)

I know this result I pick is very correct,
because you love she verybig from me

(saya tahu keputusan yang saya ambil ini benar,
karena kamu mencintai dia lebih besar dari saya)

But I still willnot go far far from here
(namun saya tetap tidak akan pergi jauh-jauh dari sini)

I don't want you play play with my liver
(saya tidakingin kamumain-main dengan hati saya)

I have been crying night night until no more eye water thinking about your body
(saya menangis bermalam-malam sampai tidak ada lagi airmata memikirkan dirimu)

I don't want to sickmy liver for two times
(saya tidak mau sakit hati untuk kedua kalinya)

Safe walk, Robbie
(Selamat jalan, Robbie)


From
Girl friend of your liver
(Dari kekasih hatimu)

Sri


=============================


Hehehehheheheheheeee............................ Ada-ada aja...........
Tapi lucu juga............ dan jadi ingat kadang-kadang juga suka translate ala gitu....
Hehehehehehehehehehe........................
Jadi malu ah.............Hehehehehehehehe :) :)

20080719

Ubi Charitas (If There's Love, Then ...)


IF THERE'S LOVE, THEN ...

> jika ia sebuah cinta.....
> ia tidak mendengar...
> namun senantiasa bergetar....
-
> jika ia sebuah cinta.....
> ia tidak buta..
> namun senantiasa melihat dan merasa..

> jika ia sebuah cinta.....
> ia tidak menyiksa..
> namun senantiasa menguji.

> jika ia sebuah cinta.....
> ia tidak memaksa..
> namun senantiasa berusaha...

> jika ia sebuah cinta.....
> ia tidak cantik..
> namun senantiasa menarik..

> jika ia sebuah cinta.....
> ia tidak datang dengan kata-kata..
> namun senantiasa menghampiri dengan hati..

> jika ia sebuah cinta.....
> ia tidak terucap dengan kata..
> namun senantiasa hadir dengan sinar mata..

> jika ia sebuah cinta.....
> ia tidak hanya berjanji..
> namun senantiasa mencoba memenangi..


***
---------------------

Hhmmmm..........

Original Text :
(Quoted from My Yahoo! Messenger) :

..............79 (7/2/2008 7:57:32 AM): jika ia sebuah cinta..... > ia tidak mendengar... > namun senantiasa bergetar.... > > jika ia sebuah cinta..... > ia tidak buta.. > namun senantiasa melihat dan merasa.. > > jika ia sebuah cinta..... > ia tidak menyiksa.. > namun senantiasa menguji.. > > jika ia sebuah cinta..... > ia tidak memaksa.. > namun senantiasa berusaha... > > jika ia sebuah cinta..... > ia tidak cantik.. > namun senantiasa menarik.. > > jika ia sebuah cinta..... > ia tidak datang dengan kata-kata.. > namun senantiasa menghampiri dengan > hati.. > > jika ia sebuah cinta..... > ia tidak terucap dengan kata.. > namun senantiasa hadir dengan sinar > mata.. > > jika ia sebuah cinta..... > ia tidak hanya berjanji.. > namun senantiasa mencoba > memenangi..


Offline Yahoo!Messenger. July 2, 2008. 7.57 AM


20080603

Inspirative Story: When It Feels Like Fade Away, It Still Exist But You Just Don't See How Intense It Is


Tulisan menarik dari sebuah milis .....

Subject: Cinta tak harus berwujud bunga
Dicopy paste dari Milis

Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangatyang muncul di hati saya ketika saya bersandar dibahunya yang bidang. Tiga tahun dalam masa perkenalan,dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang sayaharapkan. Rasa sensitifnya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yangromantis dalam pernikahan kami, telah mementahkansemua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian."Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut. "Saya lelah,kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan." Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak. Kekecewaan sayas emakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?"

Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di "dalam" hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dankita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamuakan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?"Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akanmemberikan jawabannya besok." Hati saya langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan.

.."Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."kalimat pertama ini menghancurkan hati saya.

Sayamelanjutkan untuk membacanya.

"Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC dan akhirnya menangis didepan monitor, saya harus memberikan jari-jari sayas upaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya".

"Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamukeluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang"."

Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata sayauntuk mengarahkanmu" .

"Kamu selalu pegal-pegal pada waktu temanbaikmu datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal itu".

"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatirkamu akan menjadi 'aneh'. Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami".

"Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agak ketika kita tua nanti saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu".

"Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasiryang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar seperti cantiknya wajahmu".

"Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambilkanbunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku".

"Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu" .

"Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu, aku tidak akan bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki dan mata lain yang dapat membahagiakanmu" .

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.

"Dan sekarang, sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawabanmu".

"Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kaubahagia".

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku. Oh, kini saya tahu, tidak ada rang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud yang lain yang tidak pernah bisa kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali kita butuhkan adalah memahami wujud cintadari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".